Tahun Fiskal Jepang Dimulai, Yen Mulai Longgar
Jumat, 02 Apr 2004 11:40 WIB
Jakarta - Yen Jepang kembali melemah setelah mencapai posisi tertingginya terhadap dolar AS dalam 4 tahun terakhir. Hal ini dipicu oleh pembelian investor Jepang terhadap aset-aset asing pada permulaan tahun fiskal ini dan juga harapan membaiknya data pekerjaan AS. "Investasi baru investor jepang sedang bersemi. Tapi nampaknya ini hanya akan terjadi di pasar Asia," ujar selah seorang pialang bank terkemuka Jepang seperti dikutip dari Reuters, Jumat (2/4/2004).Selain itu pelaku pasar saat ini sangat menunggu-nunggu perkembangan data tentang pekerjaan AS yang akan segera dikeluarkan. Dolar sendiri sedikit terangkat karena harapan data-data tentang jumlah pengangguran dan pekerjaan memperlihatkan pemulihan ekonomi AS telah dimulai. Data tersebut diharapkan memperlihatkan penciptaan lapangan kerja yang cukup sehingga membuat Bank Sentral AS kembali berpikir tentang kebijakan tingkat suku bunganya. Suku bunga AS sendiri saat ini hanya 1 persen yang merupakan level terendah sejak tahun 1958.Kalangan ekonom rata-rata mengharapkan lebih dari 103 ribu lapangan kerja diciptakan pada bulan Maret dibandingkan bulan sebelumnya. Namun perkiraan dari para pialang melebihi angka tersebut.Pada perdagangan terakhir, dolar berada pada posisi 104,2 Yen atau melemah tipis 0,5 persen dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya. Namun angka ini masih tidak terlalu jauh dibandingkan dengan posisi terkuat dalam 4 tahun terakhir yakni 103,4 Yen yang dicapai pada Rabu (31/3/2004) lalu. Sementara untuk posisi Euro tidak banyak mengalami perubahan yakni pada 1,2360 dolar pada perdagangan terakhir setelah sebelumnya mencapai posisi tertinggi dalam 10 hari terakhir yakni 1,2390 dolar. Stagnannya Euro ini sehubungan dengan pernyataan Presiden ECB (European Central Bank) Jean-Claude Trichet bahwa mereka tidak akan terburu-buru untuk memotong tingkat suku bunganya.
(qom/)











































