BRI Incar 1 Bank untuk Diakuisisi

BRI Incar 1 Bank untuk Diakuisisi

- detikFinance
Jumat, 30 Okt 2009 18:15 WIB
BRI Incar 1 Bank untuk Diakuisisi
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) tengah mendekati 3 bank umum di Indonesia. Perseroan berencana mengakuisisi salah satu dari ketiga bank umum tersebut di tahun 2010.

Demikian dikatakan oleh Direktur Utama BRI, Sofyan Basir dalam paparan kinerja Triwulan III-2009 BRI di Gedung BRI, Jakarta, Jumat (30/10/2009).

"Kita sedang mempersiapkan (akuisisi) tersebut, nanti akan dibahas dalam RUPSLB," jelas Sofyan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun tidak disebutkan bank-bank mana yang kini sedang diincar BRI. Yang pasti, sebelumnya sempat beredar kabar BRI tengah mengincar Bukopin.

Sofyan mengatakan ketiga bank kelas menengah kebawah tersebut yang sedang didekati, merupakan bank yang sejalan dengan BRI.

"Yakni di sektor UMKM dan bergerak juga di sektor pertanian atau agribisnis," ungkapnya.

Untuk ekspansi non-organik tersebut, lanjut Sofyan, dananya akan diperoleh dari penerbitan obligasi subordinasi (subdebt).

"Sebagian dari subdebt digunakan untuk akuisisi. Karena penerbitan subdebt untuk digunakan dalam jangka panjang selain untuk menaikkan CAR (Rasio Kecukupan Modal)," tambahnya.

Sofyan mengatakan penerbitan subdebt yang awalnya sebesar Rp 2 triliun akan dinaikkan menjadi Rp 3 triliun.

Sementara itu dari laporan kinerja selama triwulan III. Portofolio kredit BRI meningkat 26,92 persen pada triwulan III 2009.

Direktur BRI Abdul Salam mengatakan pada triwulan III-2009 BRI berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 40,78 triliun.

"Dari Rp 151,46 triliun pada triwulan III-2008 meningkat menjadi Rp 192,23 triliun pada triwulan III-2009," ujar Abdul.

Komposisinya, lanjut Abdul, yakni pemberian kredit kepada sektor UMKM sebesar 82,15 % meningkat dari 81,73%.

"Hal tersebut didukung dalam pemberian kredit usaha rakyat (KUR) sampai akhir September 2009 sebesar Rp 12,91 triliun dengan total nasabah 2,23 juta. Outstanding-nya pada triwulan III-2009 adalah sebesar Rp 5,7 triliun dengan total nasabah sebanyak 1,3 juta orang," ungkap Abdul.



(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads