Dana yang masuk dalam APBN 2010 dan telah di sahkan DPR tersebut rencananya akan digunakan perseroan untuk menggenjot ekspor yang kembali bergairah pasca krisis global tahun 2009.
"Suntikan modal dari pemerintah yang sudah disetujui mudah-mudahan bisa secepatnya disalurkan. Mudah-mudahan akan terealisasi di kuartal I-2010," ujar Direktur Eksekutif LPEI, Mahendra Siregar usai acara penandatanganan MoU LPEI dengan AKI di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Senin malam (02/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ekspansi masih jalan terus, harapannya melalui dana tambahan tersebut maka rencana yang telah dibicarakan dengan beberapa perusahaan BUMN, swasta dan industri strategis akan segera terwujud," papar Mahendra.
Saat ini LPEI sedang dalam tahap finalisasi pembicaraan dengan beberapa perusahaan tersebut, Mahendra mengatakan sampai akhir tahun 2009 total pembiayaan LPEI akan bertambah lagi sebesar Rp 3,5 triliun kepada perusahaan-perusahaan tersebut.
"Sampai Oktober 2009 saja, total pembiayaan LPEI mencapai Rp 8,5 triliun," jelasnya.
Sebelumnya, Mahendra mengatakan pada rahun 2010 LPEI telah menyusun perencanaan strategis dimana pembiayaan akan meningkat sampai 60 persen.
"Dari Rp 11 triliun di tahun 2009 saja, di 2010 akan naik 60 persen menjadi sekitar Rp 18 triliun," katanya.
Selain dari dana pemerintah, lanjut Mahendra, LPEI juga akan mencari tambahan dana dari pinjaman bank komersil atau menjual obligasi ke pasar.
"Namun itu masih kita bicarakan lebih lanjut dengan ibu Menteri Keuangan," pungkasnya.
(dru/qom)











































