Inflasi Rendah, BI Rate Bakal Tetap 6,5%

Inflasi Rendah, BI Rate Bakal Tetap 6,5%

- detikFinance
Selasa, 03 Nov 2009 11:13 WIB
Inflasi Rendah, BI Rate Bakal Tetap 6,5%
Jakarta - Bank Indonesia (BI) diyakini akan mempertahankan BI Rate di level 6,5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang akan digelar pada Rabu, 4 November 2009 besok. Hal itu didasarkan pada capaian inflasi Oktober yang ternyata masih rendah hanya 0,19%.

Hal tersebut dikatakan ekonom Citigroup Johanna Chua dan Ekonom Bank Danamon Helmi Arman dalam review yang dikutip detikFinance, Selasa (3/11/2009).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Oktober 2009 sebesar 0,19%. Inflasi tahun kalender dari Januari hingga Oktober 2009 sebesar 2,48%, dan inflasi year on year sebesar 2,57%. Angka tersebut masih jauh dari target inflasi 2009 yang sebesar 4%.

Johanna menilai angka inflasi Oktober tersebut cukup mengejutkan karena konsensus memperkirakan inflasi year on year sebesar 2,83%. Rendahnya inflasi itu terutama disebabkan karena turunnya inflasi bahan makanan secara month to month .

"Penurunan inflasi harga makanan untuk Oktober sejalan dengan ekspektasi pada akhir Idul Fitri. Namun kami terkejut bahwa penurunan ongkos transportasi antara kota, BBM dan tarif angkutan KA dan udara memicu deflasi pada komponen transportasi," urai Johanna.

Hal senada disampaikan Helmi Arman yang menyatakan angka itu lebih rendah dari ekspektasi dan konsensus, terutama berkat turunnya tarif transportasi dan bahan makanan.

"Tapi ini berarti tidak ada lagi deflasi pasca Ramadan akan terjadi lagi pada November. Inflasi bulanan pada bulan depan kemungkinan akan meningkat secara normal," jelasnya.

Dengan melihat rendahnya inflasi itu, BI diperkirakan mempertahankan lagi BI Rate di kisaran 6,5%.

"Kami berpikir BI akan mempertahankan bahas kebijakan moneter 'netral' dan menghindari setiap sinyal dari strategi keluar dalam beberapa pertemuan ke depan. Kami tidak mengharapkan ada tanda kebijakan yang agresif hingga awal tahun depan," urai Johanna.

"Kami memperkirakan BI Rate akhirnya akan naik 100 basis poin mulai Maret 2010," jelas Helmi. (qom/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads