Menurut Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono kenaikan cadangan devisa itu terutama karena adanya penerimaan hasil migas yang cukup besar dan realisasi penarikan pinjaman pemerintah,
"Jadi meski ada penjualan dolar AS oleh BI, kita juga masih menerima hasil migas yang cukup besar dan realisasi penarikan pinjaman pemerintah," ujar Hartadi kepada detikFinance, Selasa (3/11/2009).
Menurut Hartadi, total penarikan pinjaman luar negeri (PLN) pemerintah selama kuartal III-2009 mencapai US$ 1,292 miliar. Rinciannya adalah Juli sebesar US$ 402 juta, Agustus US$ 418 juta dan September US$ 472 juta.
"Namun secara umum selalu ada pencairan pinjaman pemerintah yagn devisanya masuk ke cadangan sementara," pungkas Hartadi.
Posisi cadangan devisa US$ 64 miliar per akhir Oktober itu berarti meningkat hampir US$ 2 miliar dibandingkan cadangan devisa per akhir September yang mencapai US$ 62,287 miliar. Posisi cadangan devisa itu sekaligus yang tertinggi dalam sejarah Indonesia.
Pada akhir September, cadangan devisa mencetak rekor setelah masuknya dana dari IMF sebesar US$ 2,7 miliar.
Catatan cadangan devisa Indonesia seperti dikutip dari situs BI adalah:
Posisi cadangan devisa RI sepanjang tahun 2008:
- Akhir Desember 2007: US$ 56,920 Miliar
- Akhir Januari : US$ 55,999 Miliar
- Akhir Februari :US$ 57,125 Miliar
- Akhir Maret : US$ 58,987 Miliar
- Akhir April: US$ 58,770 Miliar
- Akhir Mei: US$ 57,464 Miliar
- Akhir Juni: US$ 59,453 Miliar
- Akhir Juli : US$ 60,563 Miliar
- Akhir Agustus: US$ 58,358 Miliar
- Akhir September: US$ 57,108 Miliar.
- Akhir Oktober: US$ 50,580 Miliar.
- Akhir November US$ 50,181 Miliar.
- 30 Januari 2009 : US$ 50,869 miliar
- 27 Februari 2009 : US$ 50,564 miliar
- 31 Maret 2009 : US$ 54,840 miliar
- 30 April 2009 : US$ 56,565 miliar
- 29 Mei 2009 : US$ 57,934 miliar
- 30 Juni 2009 : US$ 57,6 miliar.
- 31 Juli 2009: US$ 57,418 miliar
- 31 Agustus 2009: US$ 57,943 miliar
- 30 September 2009: US$ 62,287 miliar.











































