BI Rate Kembali Ditahan 6,5%

BI Rate Kembali Ditahan 6,5%

- detikFinance
Rabu, 04 Nov 2009 12:18 WIB
BI Rate Kembali Ditahan 6,5%
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 6,5%, tersebut masih konsisten dengan saasaran inflasi tahun 2010 sebesar 5 plus minus 1%.

Demikian disampaikan Direktur Direktorat Humas dan Perencanaan Strategis Dyah Makhijani terkait hasil Rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Kamis (3/9/2009).

"Arah kebijakan moneter saat ini juga dipandang masih kondusif bagi proses pemulihan perekonomian dan berlangsungnya intermediasi perbankan," ujarnya.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memandang bahwa perekonomian Indonesia sampai dengan bulan Oktober 2009 masih terus menunjukkan kinerja yang membaik.

Di sisi eksternal, kinerja ekspor Indonesia diperkirakan membaik didorong oleh menguatnya pemulihan pertumbuhan ekonomi global dan naiknya harga-harga komoditas dunia.

Di sisi domestik, kinerja konsumsi swasta tetap menguat sejalan dengan rendahnya inflasi dan terjaganya keyakinan konsumen terhadap prospek perekonomian ke depan. Dengan perkembangan ini, perekonomian Indonesia dalam triwulan IV-2009 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dari triwulan sebelumnya.

Di sisi harga, inflasi pada Oktober 2009 mencatat penurunan dan lebih rendah dibanding dengan pola historisnya. Hal ini didukung oleh menguatnya nilai tukar rupiah, dan menurunnya ekspektasi masyarakat akan inflasi ke depan seperti tercermin dari terus menurunnya inflasi inti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan perkembangan tersebut, inflasi selama tahun 2009 diperkirakan berada dalam kisaran bawah target inflasi 4,5 plus minus 1% (yoy). Inflasi 2010 diperkirakan akan kembali ke pola normalnya dalam kisaran 5 plus minus 1% seiring dengan kembali menguatnya aktifitas perekonomian domestik dan harga-harga komoditas.

Sejalan dengan kuatnya komitmen Bank Indonesia dan Pemerintah, inflasi diperkirakan akan terus menurun dalam jangka menengah ke tingkat yang setara dengan negara-negara tetangga.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads