The Fed Perpanjang Kebijakan Suku Bunga Super Rendah

The Fed Perpanjang Kebijakan Suku Bunga Super Rendah

- detikFinance
Kamis, 05 Nov 2009 06:45 WIB
The Fed Perpanjang Kebijakan Suku Bunga Super Rendah
Washington - Bank Sentral AS (Federal Reserve) memutuskan untuk memperpanjang kebijakan suku bunga super rendahnya hampir nol persen. The Fed juga sepakat untuk mempertahankan kebijakan stimulus guna mendukung perekonomian yang masih rentan dari resesi.

The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga rendahnya di kisaran nol hingga 0,25%.

Keputusan itu diambil secara bulat dalam pertemuan Federal Open Market Committee yang dipimpin Gubernur The Fed Ben Bernanke yang berlangsung selama 2 hari seperti dikutip dari AFP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bernanke menjelaskan, perekonomian memang telah membaik setelah pertemuan terakhir mereka pada 22-23 September. Namun The Fed melihat perekonomian masih akan melemah hingga beberapa waktu.

"Belanja rumah tangga sepertinya ada ekspansi namun masih tertahan oleh berlanjutnya PHK, berkurangnya pertumbuhan pendapatan, turunnya kesejahteraan rumah tangga dan kredit yang masih ketat," jelas FOMC dalam pernyataannya, Kamis (5/11/2009).

FOMC melihat inflasi masih masih akan rendah untuk beberapa waktu sehubungan dengan sumber-sumber substansial sepertinya masih terus memangkas tekanan biaya. Ekspektasi inflasi jangka panjang diprediksi akan stabil.

FOMC juga menyatakan akan mempertahankan kebijakan stimulusnya. The Fed akan membeli surat berharga pemerintah berbasis mortgage hingga US$ 1,25 triliun dan sekitar US$ 175 miliar surat utang pemerintah, turun dari sebelumnya yang hanya US$ 200 miliar.

"Komite secara bertahap akan memperlambat tingkat pembelian surat berharga itu dan mengantisipasi transaksi-transaksi ini akan diakhiri pada akhir kuartal I-2010," jelas FOMC.

Analis menilai tidak banyak hal yang baru dari pernyataan FOMC ini.

"The Fed tidak menciptakan gelombang kejutan dan karena tidak ada indikasi kebijakan yang akan berlangsung, maka tidak ada perubahan yang terjadi," ujar Joel Naroff, dari Naroff Economic Advisors.

"Apa yang diharapkan setiap orang adalah ada sejumlah indikasi bahwa komite sedang mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga ke depannya. Itu juga yang hilang dari pernyataan FOMC," tambah Naroff.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads