Laba Bersih Bukopin Turun 8,08%

Laba Bersih Bukopin Turun 8,08%

- detikFinance
Kamis, 05 Nov 2009 11:14 WIB
Laba Bersih Bukopin Turun 8,08%
Jakarta - Laba bersih PT Bank Bukopin Tbk turun 8,08% pada triwulan III-2009 (unaudited) menjadi sebesar Rp 403,42 miliar dibandingkan dengan triwulan III-2008 yang mencapai Rp 438,86 miliar.

Demikian dikatakan oleh Direktur Utama Bank Bukopin, Glen Glenardi dalam acara paparan publik dan temu analis di Gedung Bank Bukopin, Jakarta, Kamis (05/11/2009).

"Laba tersebut turun karena tingkat profitabilitas yang turun, dengan mencatatkan pendapatan bunga bersih (net interest income) konsolidasi sebesar Rp 985,22 miliar. Atau lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 1,1 triliun," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Glen juga mengatakan, hal tersebut mengakibatkan Net Interest Margin (NIM) bank publik itu untuk triwulan III-2009 mencapai 3,93% atau lebih rendah sebesar 0,89% dibanding triwulan III-2008.

"Pertumbuhan profitabilitas yang lebih rendah tersebut dikarenakan Bank Bukopin menetapkan dasarΒ  pertumbuhan ekonomi yang memberi margin yang rendah namun aman karena kondisi makro ekonomi yang berfluktuatif," ujarnya.

Sementara untuk pendapatan operasional meningkat sebesar 73,30% dari sebesar Rp 179,75 miliar pada triwulan III-2008 menjadi Rp 311,51 miliar di triwulan III-2009. Sedangkan Rasio Kecukupan Modal (CAR) Bukopin naik dari 11,05% menjadi 13,15% pada triwulan III-2009.

Glen mengatakan, pemberian kredit pada periode yang sama mengalami peningkatan sebesar 12,32%, dari Rp 23,9 triliun menjadi Rp 26,8 triliun. Dari total portofolio kredit sebesar Rp 26,8 triliun, sebanyak 60% merupakan kontribusi dari sektor usaha kecil menengah dan koperasi (UKMK).

Selain itu, hal ini juga ditopang oleh sektor komersil dan konsumer serta mikro. Glen mengatakan jika dirinya juga menjalankan bisnis kreditnya ini dengan penuh kehati-hatian.

"Hal ini tercermin dari NPL gross yang membaik dari 3,63 persen pada Triwulan III 2008 menjadi 3,1 persen pada posisi yang sama tahun 2009 ini," jelasnya.
(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads