Pembelian SUN Oleh Asing Naik 300%

Pembelian SUN Oleh Asing Naik 300%

- detikFinance
Kamis, 05 Nov 2009 11:40 WIB
Pembelian SUN Oleh Asing Naik 300%
Jakarta - Sepanjang bulan Oktober 2009, pembelian Surat Utang Negara (SUN) oleh investor asing naik 300% dari Rp 2,1 triliun di September 2009 menjadi Rp 8,4 triliun di Oktober 2009.

Demikian hasil Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) bulan Oktober 2009 yang dikutip detikFinance , Kamis (5/11/2009).

Dengan demikian secara keseluruhan, posisi asing di SBN pada Oktober 2009 tercatat sebesar Rp100,9 triliun.

Meningkatnya kepemilikan asing pada instrumen SBN karena pelepasan SBN oleh investor asing hanya terjadi pada akhir periode laporan dan terbatas pada jenis SBN dengan tenor jangka menengah. Investor asing yang meningkatkan penempatannya pada instrumen SBN adalah lembaga keuangan dan reksadana.

Investor SUN mulai merealisasikan keuntungannya dengan menjual SUN-nya sehingga rata-rata yield SUN kembali meningkat. Secara rata-rata, yield SUN meningkat sebesar 20bps hingga mencapai 9,5% pada Oktober, dibandingkan bulan September yang mencapai 9,3%.

Namun demikian, memburuknya kinerja pasar SUN diperkirakan hanya berlangsung sementara sejalan dengan masih cukup kuatnya fundamental ekonomi domestik dan membaiknya rating obligasi Pemerintah Indonesia di pasar global.

Di sisi lain, investor domestik masih tertarik menempatkan dananya pada instrumen SUN. Yield SUN, khususnya yield Obligasi Ritel Indonesia (ORI), yang lebih menarik dibandingkan dengan suku bunga deposito merupakan salah faktor yang menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan dananya.

Likuiditas di pasar SUN tetap terjaga. Hal itu tercermin dari rata-rata harian volume perdagangan yang tercatat sebesar Rp3,8 triliun atau meningkat jika dibandingkan dengan rata-rata perdagangan bulan sebelumnya yang hanya sebesar Rp3,5 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejalan dengan volume perdagangan, frekuensi rata-rata harian perdagangan SBN pun mengalami peningkatan.

Pada Oktober 2009, rata-rata harian frekuensi perdagangan SBN berkisar 323 kali atau naik dibandingkan September 2009 sementara sebelumnya hanya mencapai 237 kali per hari.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads