Nasabah Mulai Tinggalkan Deposito

Nasabah Mulai Tinggalkan Deposito

- detikFinance
Kamis, 05 Nov 2009 17:35 WIB
Nasabah Mulai Tinggalkan Deposito
Jakarta - Nasabah besar di sejumlah bank dalam negeri saat ini mulai memindahkan dananya menjadi bentuk surat berharga dibandingkan dengan deposito.

Dari data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dana nasabah besar bank dengan simpanan diatas Rp 5 miliar turun sebanyak Rp 12,01 triliun (1,72%) pada akhir September 2009 menjadi Rp 688,45 triliun dari posisi per Agustus 2009 yang sebesar Rp 700,47 triliun.

"Itulah sebabnya BI rate tertahan di 6,5%. Bank Indonesia (BI) masih riskan untuk menurunkannya lebih lanjut," ujar Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI), Tony Prasetiantono melalui pesan singkatnya di Jakarta, Kamis (05/11/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, selain bisa menyebabkan capital outflow, perpindahan simpanan ini juga bisa menurunkan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan secara umum. Tony mengungkapkan tiga alasan berpindahnya dana deposito ke surat berharga, yakni memang suku bunga deposito yang turun, ditambah instrumen investasi dibursa efek yang kian marak dan rupiah yang tidak stabil akhir-akhir ini.

"Tampaknya tren ini bakal bertahan hingga akhir tahun, kecuali jika nilai tukar rupiah bisa menguat dan stabil, maka DPK pun akan stabil meski suku bunga sedikit menurun," ungkapnya.

Senada dengan Tony, Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhisadewa mengatakan penurunan suku bunga deposito memang membuat deposito menjadi kurang menarik dibandingkan sebelumnya.

"Walaupun demikian, bukan berarti deposito akan ramai-ramai ditinggalkan orang, karena ada banyak sekali orang yang takut risiko," tuturnya.

Penurunan DPK tersebut, lanjut Purbaya, diakibatkan sebagian dari nasabah mencari return yang lebih tinggi (SBI, obligasi, atau pasar modal).

"Akan tetapi, dapat juga diakibatkan sebagian dari mereka menggunakannya untuk ekspansi usahanya, karena pinjam dari bank masih mahal bunganya," pungkasnya.
(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads