Boediono Buka Mulut Soal Century

Boediono Buka Mulut Soal Century

- detikFinance
Jumat, 06 Nov 2009 14:59 WIB
Boediono Buka Mulut Soal Century
Jakarta - Boediono menjadi tokoh sentral saat Bank Century diambil Lembaga Penjamin Simpanan. Namun setelah mundur dari posisi Gubernur BI dan menjadi calon wakil presiden, Boediono tak pernah bersedia berbicara soal Bank Century.

Dalam berbagai kesempatan, Boediono memang tak pernah bersedia berbicara soal Bank Century. Bahkan ketika kasus membengkaknya bailout menjadi Rp 6,7 triliun mencuat, Boediono menutup rapat mulutnya.

Kini Boediono untuk pertama kalinya kembali berbicara soal bailout bank yang kini sudah berganti nama menjadi Bank Mutiara itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan dengan wartawan di kantornya, Boediono mengatakan kebijakan bailout terhadap Bank Century diambil ketika kondisi ekonomi dunia mengalami gonjang-ganjing pada kuartal IV-2008 akibat krisis ekonomi global. Boediono saat itu menjadi Gubernur BI.

"Waktu itu yang kita hadapi adalah capital outflow , modal kembali ke kandang, nilai tukar melonjak-lonjak yang mengindikasikan capital outflow besar," ujarnya di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (6/11/2009).

Apalagi, tambah Boediono, saat itu sektor perbankan pada negara-negara tetangga Indonesia menerapkan kebijakan garansi penuh (blanket guarantee ) terhadap dana nasabah perbankan, sementara Indonesia hanya menjamin dana nasabah bank maksimal Rp 2 miliar.

"Karena itu investasi tentunya akan lebih memilih negara tetangga. Pada saat itu muncul rumor yang luar biasa, yang mengingatkan tahun 1997/1998, pada waktu itu bank kita tutup dan akibatnya kolaps, serta mengakibatkan efek domino. Hal itu yang kita hindari," tuturnya.

Kebijakan bailout Bank Century ini diakui Boediono ampuh meredam dampak krisis global terhadap Indonesia. "Sekarang kita bisa melewati krisis ini. Pada saat-saat seperti itu bank kecil pun bisa mengakibatkan efek domino. Bukan berarti saat itu kita tidak bikin apa-apa," tegasnya.

"Untuk melewati krisis pasti memerlukan biaya, sama dengan sakit pasti memerlukan biaya pengobatan. Bailout itu adalah bentuk penyikapan sesuatu yang bergerak sangat cepat. Kalau kita kaku kita bisa rontok," tutupnya.

Berikut kisah panjang Bank Mutiara seperti dirangkum detikFinance dari berbagai sumber.

Mei 1989:
Bank CIC Internasional Tbk didirikan

25 Juni 1997:
Bank CIC melakukan Penawaran Umum atau IPO

Maret 1999, Juli 2000, Maret 2003 dan Juni 2003:
Bank CIC melakukan penawaran umum terbatas atau Right Issues I, II, III dan IV

22 Oktober 2004:
RUPS mengesahkan merger Bank CIC dengan Bank Danpac dan Bank Pikko dan namanya berubah menjadi Bank Century. Penggabungan usaha ini telah mendapat persetujuan Bank Indonesia melalui Keputusan Gubernur Bank Indonesia No 6/87/KEP.GBI/2004 tanggal 6 Desember 2004.

13 November 2008:
Bank Century mengalami gagal kliring karena faktor teknis berupa keterlambatan penyetoran prefund. Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara saham Bank Century karena masalah ini.

14 November 2008:
Bank Century sudah bisa kliring lagi, seluruh kantor dan cabang Bank Century di semua daerah buka dan beroperasi seperti biasa untuk melayani masyarakat. Sementara suspensi saham sudah dibuka.

16 November 2008:
PT Century Mega Investindo dan First Gulf Asia Holdings Ltd selaku pemegang saham PT Bank Century Tbk telah menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk mengakuisisi hingga 70% saham yang telah diterbitkan oleh Bank Century.

24 November 2008:
Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa pemerintah melalui LPS akan mengambilalih Bank Century. Manajemen Bank Century diambil alih, dan pemerintah menempatkan Maryono yang merupakan Grup Head Bank Mandiri sebagai Dirut baru Bank Century.

3 Oktober 2009:
Bank Century berganti nama menjadi Bank Mutiara. (dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads