"No no no, itu ide mentah yang terlalu prematur dilemparkan ke publik. Itu tidak serius dan saya pastikan tidak akan terjadi," kata Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (6/11/2009).
Menurutnya, ide itu muncul saat Bukopin berencana untuk melakukan penerbitan saham baru atau right issue. Pada saat yang sama BRI sedang mencari bank yang memiliki bisnis inti hampir sama untuk diakuisisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan adanya krisis ekonomi global, berbagai pikiran muncul termasuk pikiran bagaimana kalau BRI mengakuisisi Bukopin," ujarnya.
Padahal, pada kabinet sebelumnya, sewaktu Kementerian Negara BUMN dipimpin Sofyan Djalil, pihaknya mendukung rencana tersebut selama saham Bukopin yang dibeli BRI bukan milik pemerintah.
"Jangan beli saham pemerintah yang di sana, kalau begitu tidak ada nilai lebihnya," ujarnya.
Menurut Sofyan, jika BRI nanti jadi mengakuisisi Bukopin, maka bisa memperluas jaringan pemberian kreditnya ke sektor korporasi. Selama ini, bank plat merah tersebut masih banyak bermain di sektor kredit UKM dan menengah.
Saat ini, BRI sendiri sedang mendekati 3 bank untuk diakuisisi, namun hanya 1 yang nantinya bakal diambil. Namun sayang, BRI merahasiakan identitas ketiga bank tersebut.
(ang/dru)











































