Menurut Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, program KUR yang sudah berjalan selama ini belum banyak membantu sektor pangan, seperti gula dan pupuk.
"Dengan dipercepatnya peningkatan KUR, maka para petani gula tidak perlu lagi bergantung pada uang talangan pabrik gula," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (6/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah berencana menyiapkan dana penjaminan KUR sebesar Rp 2 triliun setiap tahunnya dengan giring rasio sepuluh kali lipat. Dengan begitu, KUR yang bisa disalurkan bank setiap tahunnya mencapai bisa Rp 20 triliun.
Perusahaan plat merah selalu menjadi penyalur KUR yang utama selama ini. Terutama bank dan asuransi milik negara. Bank BUMN yang telah membantu penyaluran KUR antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara.
Sedangkan BUMN asuransi berperan sebagai penjamin, yaitu PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).
(ang/dru)











































