"Pertumbuhan kredit otomotif sudah meningkat 50%, dan tahun depan diharapkan nilai kredit otomotif Rp 2-2,5 triliun," kata Chief Financial Officer PT Bank Mandiri Tbk Pahala Masyuri disela-sela press conference penerbitan Obligasi Subordinasi perseroan di restoran Kembang Goela Jakarta Minggu (8/11/2009).
Dalam keterangannya, Pahala menyebut kredit otomotif akan membaik karena meningkatnya penyaluran di sektor konsumsi. Sampai triwulan III 2009Β total kredit Bank Mandiri tercatat Rp188 triliun, dari periode yang sama tahun lalu hanyaΒ sebesar Rp162 triliun. Sedangkan khusus untuk jumlah kredit konsumsi pada periode hingga triwulan III mencapai Rp 18,9 triliun atau naik dari periode sebelumnya yang hanya Rp 16,6 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2010, Bank Mandiri tetap akan fokus pada kredit mikro. Prioritas kedua, penyaluran diharapkan dari sektor konsumsi, dengan perkiraan pertumbuhan pada perdagangan otomotif. Pertumbuhan kredit juga dipengaruhi oleh terus menurunnya tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI).
"Kita pun mengharapkan pertumbuhan terjadi pada KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Dan untuk kredit commercial harapan ada peningkatan 14%," terang Pahala.
Peningkatan ini didasarkan atas fokus perseroan dalam penyaluran dana hasil Obligasi Subdebt-nya ke sektor kredit. "Hasil Subdebt ini 100% akan digunakan untuk pembiayaan kredit kita di tahun depan," ujarnya.
Rasio kecukupan modal (CAR) pun diprediksi akan meningkat di 2010, seiring tumbuhnya kredit perbankan. Saat September 2009Β posisi CAR Bank Mandiri berada di level 14,1%. Sampai akhir tahun, posisi CAR diharapkan akan mencapai 15%.
"CAR kita sempat turun dari 14,2% menjadi 14,1%. Dengan penyaluran kredit ini, tahun depan CAR kita, diharapkan meningkat 2%, dan berada di 18-20%," imbuh pahala.
(hen/hen)











































