Hal ini disampaikan oleh Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara pada saat acara public expose PT Bank Mandiri, di restoran Kembang Goela Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Minggu (8/11/2009).
Menurutnya, saat ini jumlah dana asing yang ada di SBI sudah sangat belimpah. Dari sebanyak Rp 240 triliun total dana SBI, termasuk diantaranya Rp 48 triliun berasal dari investor asing."BI harusnya bisa lebih berani untuk melarang asing berinvestasi SBI. Sudah ada Rp 48 triliun dana asing, padahal currency hanya US$ 800 juta- 1 miliar," ujar Mirza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak bisa diapa-apakan, malah BI harus bayar bunga. Lebih baik dialokasikan ke pasar saham, obligasi atau Surat Utang Negara (SUN)," serunya.
Mirza menjelaskan, rupiah yang menguat pada beberapa waktu lalu, lebih disebabkan bertambahnya aliran dana yang masuk (capital inflow) ke SBI. "Jadi rupiah akan melemah dengan cepat jika terjadi capital outflow. Kalau keluar, bahaya," paparnya.
Dilanjutkan Mirza, BI sebagai pengendali moneter bisa mengeluarkan peraturan baru, untuk melarang investor asing masuk ke SBI."Kalau BI begitu (pro asing/liberal) maka terlalu capital control. Saya juga tidak tahu pasti kenapa BI tetap mengizinkan, padahal saya sudah mengingatkan," tegas Mirza. (hen/hen)










































