Hal tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) A. Riawan Amin disela Launching Program Magister Manajemen Syariah FEUI di Gedung FEUI, Salemba, Jakarta, Senin (09/11/2009).
"Hal ini tidak mungkin tercapai sampai berapa tahun juga, karena bank konvensional pun terus tumbuh," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun bank konvensional juga terus tumbuh. Ini menyebabkan pembilangnya naik dan penyebutnya naik juga, sehingga persentase sulit naik," tuturnya.
Hal berbeda disampaikan President Director KARIM Business Consulting, Adiwarman Karim. Ia justru yakin pangsa pasar industri perbankan syariah tahun 2010 bisa lebih dari 5%. Hal ini didukung oleh ekspansi Unit-usaha syariah (UUS) Bank konvensional menjadi Bank Syariah melalui cara spin off.
"Pada tahun 2010 akan ada banyak bank-bank yang spin off unit syariahnya. Hal ini akan mendukung pangsa pasar perbankan di Indonesia, sampai akhir tahun 2010 diperkirakan akan melebihi 5 persen," ungkapnya.
Ia mencontohkan Bank Syariah BRI dengan modal awalnya mencapai Rp 1 triliun. Jika dihitung berdasarkan modal maka Bank Syariah BRI akan dapat berkespansi 12,5 kali lipat dari modalnya.
Adi juga menambahkan pertumbuhan pangsa pasar tersebut didukung oleh dengan diterapkannya Undang Undang nomor 42 tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai yang memuat pajak ganda per Mei 2010.
Berdasarkan data Bank Indonesia, perbankan syariah baru menyumbang 2,14 persen dari total pangsa pasar perbankan nasional.
"Hal ini jauh dibawah permintaan BI yang menargetkan syariah harus menguasai sedikitnya 5 persen pasar perbankan nasional," tuturnya.
Riawan menambahkan, satu-satunya cara untuk membangkitkan bank syariah adalah dengan mengkonversi aset bank konvensional ke unit syariah mereka.
"Share bisa dilakukan bertahap 10 persen per tahun selama 5 tahun," tegasnya.
Pengalihan aset itu, dia melanjutkan, bisa dimulai dari bank pemerintah, yang menguasai lebih dari 50 persen pasar nasional. "Perlu kemauan kuat dari pemerintah," ujarnya.
Selain itu, investor asing juga harus dibiarkan untuk masuk ke industri ini. Namun ia mengingatkan masalah kesetaraan.
"Yakni kita berharap investor asing dengan modal Rp 1 triliun membuka bank baru jangan ambil bank yang sudah ada atau akusisi," tuturnya.
FEUI Buka Magister Manajemen Syariah
Sumber Daya Manusia (SDM) industri ekonomi syariah makin dibutuhkan di era saat ini. Seiring dengan pertumbuhan industri perbankan dan ekonomi syariah SDM Perbankan syariah di Indonesia membutuhkan lebih dari 14 ribu tenaga kerja baru.
Ditempat yang sama Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah mengatakan industri perbankan syariah saat ini membutuhkan 22.521 pekerja. Sementara seluruh SDM yang ada sekarang baru mencapai 8000 karyawan.
"Ada gap yang besar yang harus ditutup," ujar Firmanzah. Angka itu, dia melanjutkan, bisa bertambah seiring terus berkembangnya perbankan syariah di Indonesia.
Firmanzah mengatakan dengan kapasitas 60 mahasiswa per tahun, Magister Management Syariah yang baru diluncurkan Universitas Indonesia akan membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja syariah di Indonesia.
"Kami harap universitas lain bisa melakukan hal serupa," ujarnya.
(dru/qom)










































