Masih banyak yang menetapkan bunga deposito di atas kesepakatan tersebut untuk menarik dana pihak ketiga (DPK) masuk ke bank swasta.
"Anjuran ini tidak masuk ke kita. Itu mungkin hanya bisa untuk bank-bank besar pemerintah," ujar Direktur Utama PT Bank Agroniaga Tbk Kemas M. Arief seusai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan di kantornya Plaza GRI, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (8/11/2009).
Ia menjelaskan, Bank Agroniaga tidak dapat bersaing dengan bank-bank besar jika bunga deposito perseroan berada di level 7%. Saat ini Bank Agroniaga masih menetapkan bunga deposito tinggi, 9,5%, untuk tetap menarik nasabah berinvestasi.
"Kita masih di atas, kalau tidak begitu, kita akan kalah. Mendingan mereka (nasabah) taruh uang di deposito bank pemerintah kalau bunganya sama-sama 7,5%. Tidak akan bisa," katanya.
Siap Buka 3 Cabang Baru
Bank Agroniaga telah menyiapkan anggaran Rp 800 juta untuk masing-masing kantor cabang baru perseroan. Investasi ini dilakukan perseroan untuk mendekatkan dengan nasabah yang kebanyakan petani plasma Sawit, karet, ataupun pegawai perkebunan.
Ditegaskan Kemas, pada tahun 2010 perseroan akan membuka 3 kantor cabang di wilayah Riau, Pontianak, dan Jambi.
"Sebenarnya tanggal 3 November lalu kita sudah buka cabang di Riau, tapi kita akan buka satu lagi di tahun depan. Selain itu juga akan ada cabang baru di Pontianak dan Jambi," imbuhnya.
"Investasi untuk tiap cabang diprediksi Rp 800 juta. Yang paling mahal adalah investasi di sewa dan pengadaan sawit," tambah Corporate Secretary perseroan Irawan Nur Kustanto.
Lanjutnya, di ketiga wilayah tersebut sudah ada 5.400 calon nasabah yang didominasi oleh petani dan karyawan pabrik Sawit.
"Itu mengapa kita ingin mendirikan kantor cabang di sana, karena potensi nasabah sangat besar. Dan memang konsentrasi nasabah kita selama ini di perkebunan," tambahnya.
(wep/dnl)











































