BTN Targetkan Pertumbuhan Kredit 20% di 2010

BTN Targetkan Pertumbuhan Kredit 20% di 2010

- detikFinance
Rabu, 11 Nov 2009 13:39 WIB
BTN Targetkan Pertumbuhan Kredit 20% di 2010
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (BTN) menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 20% di 2010, salah satu sumber pembiayaan untuk kredit itu bersumber pada penerbitan surat utang Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA).

Demikian diungkapkan Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (11/11/2009).

Ia menerangkan, pembiayaan perseroan di sektor kredit diharapkan akan meningkat 20% dibanding posisi saat ini.

"EBA menjadi alternatif sumber dana, dan dimungkinkan lebih murah ketimbang sumber yang lain. Pertumbuhan kita (kredit) di tahun depan, salah satunya sangat dimungkinkan dari pembiayaan ini," terang Iqbal seusai pencatatan KIK EBA KPR BTN II di bursa saham.

Ditambahkannya, portofolio KPR perseroan tergolong sehat sehingga dapat memberi kepastian dan nilai tambah bagi investor. "Melakukan penerbitan efek jenis ini membantu mengurangi missmatch antara pendanaan dengan penyaluran pinjaman kredit sekaligus optimalisasi CAR," paparnya

Ia menambahkan, BTN terus melakukan perbaikan jasa mereka khususnya di bisnis inti KPR dan pemberian pembiayaan perumahan di Indonesia.

Sebagai bank yang fokus pada pembiayaan kredit perumahan, terang Iqbal, perseroan menginginkan ratio pertumbuhan yang tinggi di sektor KPR pada tahun mendatang.

Target pertumbuhan kredit tersebut, juga tidak terlepas dari menurunnya tingkat suku bunga dan cost of fund . "Kita sudah menurunkan bunga kredit 5 kali dari 15% menjadi 12,5%," tambahnya.

"Dengan menurunnya cost funding maka dimungkinkan net interest margin menjadi 5%," tegasnya.

Bunga deposito yang juga terdepresiasi, menjadi pemicu naiknya kredit perumahan di tahun depan. "Bunga kita turun, sesuai anjuran pemerintah. Saat ini posisinya di 8%," papar Iqbal.

BTN juga akan mengucurkan kredit pada sektor UMKM, selain KPR yang menjadi core business perseroan selama ini. "Kita kan punya core masing-masing, dan kompetensi kita memang di sana," jelasnya.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads