BI: Pertumbuhan Kredit Perbankan Lambat

BI: Pertumbuhan Kredit Perbankan Lambat

- detikFinance
Kamis, 12 Nov 2009 13:50 WIB
BI: Pertumbuhan Kredit Perbankan Lambat
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengakui lambatnya pertumbuhan kredit perbankan nasional sampai dengan akhir Oktober 2009, perlambatan ini mengikuti lemahnya pertumbuhan perekonomian akibat dampak krisis global.

"Sampai dengan Oktober 2009 hanya sebesar 7 % (yoy) dibandingkan dengan tahun lalu tumbuhnya kecil. Hal ini dikarenakan perekonomian yang juga melambat," ujar Pjs Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR-RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/11/2009).

Pertumbuhan kredit tersebut menurut Darmin, ditopang dari beberapa sektor tumbuhnya masih cukup bagus.  "Yakni misalnya kredit di sektor listrik yang tumbuh 30%, sektor pertanian 14%,  pertambangan, komunikasi dan pengangkutan sebesar 15%," tutur Darmin.

Namun sektor yang mengalami pertumbuhan sangat kecil yakni sektor industri. "Tumbuhnya sangat kecil yakni hanya mencapai 2 %," jelas Darmin.

Darmin menambahkan walaupun pertumbuhan kredit masih lambat, sektor perbankan di Indonesia masih memiliki profit yang solid dan stabil.

"Hal ini diindikasikan oleh masih terjaganya rasio kecukupan modal (CAR) per September 2009 sebesar 17,7% dan Rasio Kredit Bermasalah (NPL) tetap terkendali pada 4,3 %," katanya.

Di samping itu, Darmin juga mengatakan BI terus mengawal penurunan suku bunga deposito perbankan nasional yang diharapkan akan menurunkan suku bunga kredit mendekati BI Rate.

"Telah ada kesepakatan 2 minggu kemarin bahwa ke-14 bank terbesar akan mengarahkan suku bunganya makin mendekati BI Rate dan akan terus dikawal oleh BI," tambahnya.

Kedepan, lanjut Darmin, transmisi kebijakan moneter ini diperkirakan terus membaik sejalan dengan membaiknya persepsi pelaku ekonomi di sektor riil dan perbankan terhadap perekonomian dan komitmen perbankan untuk menurunkan suku bunga.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads