Eximbank: Sektor Manufaktur Dominasi Data Eksportir

Eximbank: Sektor Manufaktur Dominasi Data Eksportir

- detikFinance
Minggu, 15 Nov 2009 16:40 WIB
Eximbank: Sektor Manufaktur Dominasi Data Eksportir
Jakarta - Sekitar 70% eksportir yang tercatat dalam database Indonesia Eximbank (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia/LPEI) didominasi oleh industri dari sektor manufaktur.

Demikian disampaikan Direktur Executive Indonesia Eximbank Mahendra Siregar kepada detikfinance melalui sambungan telepon Minggu (15/11/2009).

Ia menjelaskan, data ekportir yang dikumpulkan memang didominasi oleh pelaku industri manufaktur. Industri ini dinilai baik, karena barang yang menjadi perdagangan lintas negara, telah mendapat nilai tambah dan diproses di Indonesia.

"Manufaktur disini termasuk, industri pengolahan barang-barang komoditas, seperti kakao dan lain-lain," kata Mahendra.

Indonesia Eximbank mentargetkan, dapat mengumpulkan 5 ribu data pelaku ekspor sampai April tahun depan. Selama ini, sebagian data pelaku industri disumbang mitra Indonesia Eximbank, seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan D&B Indonesia.

"Tentu angka ini (1 ribu data) masih jauh dari ideal, dari seluruh industri yang ada, termasuk komoditas unggulan kita,"jelasnya.

Tidak ada target khusus, sektor mana yang akan masuk dalam database Indonesia Eximbank, setelah 5 ribu data ini terkumpul. "Ya kita berharap dari sektor manapun, selama ekportir tersebut berkualitas akan kita masukkan. Tidak ada target per kategori,"terang Mahendra.

Lanjut Mahendra, Indonesia Eximbank tidak semata-mata bekerja dengan pertimbangan nilai investasi. Tujuan utama adalah meningkatkan ekspor Indonesia.

"Jika nanti data ini dipakai oleh lembaga keuangan lain, bank, dan mereka tertarik melakukan pembiayaan modal mereka, ya silahkan saja," jelasnya.

"Kita juga menyediakan pembiayaan finanshing, seperti L/C, Cash Finanshing, penjaminan, asuransi, ataupun modal kerja," paparnya.

Namun saat ditanya berapa persen peningkatan ekspor di tahun 2010, dengan penambahan database eksportir, dia tidak berkomentar banyak.

"Ya kita tunggu ibu Menteri (Perdagangan) yang bicara. Yang jelas kita hanya berharap akan lebih banyak dan pertumbuhan secara umum dapat recovery lebih cepat," imbuhnya.

(dro/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads