Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Halim Alamsyah mengatakan pertumbuhan kredit sampai akhir tahun ada kecenderungan naik.
"Bank-bank targetnya 15 %, sampai akhir tahun mudah-mudahan naik. Ada kecenderungan naik karena PDB juga naik sehingga jadi ikut terbawa ke pertumbuhan kredit akhir tahun," ujarnya di Gedung DPR-RI, Jakarta, Senin (16/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, untuk kredit yang belum ditarik atau undisbursed loan rasionya juga naik menjadi 21 % sampai 22% dari total kredit sampai dengan bulan September 2009.
"Kredit banyak yang belum narik, karena biasanya rata-rata undisbursed loan itu diposisi 20 %," kata Halim.
Terkait gangguan ekspor-impor akibat krisis global, Halim mengungkapkan hal itu menyebabkan kredit valas minus 27 % per Oktober 2009.
"Penurunan ini (kredit valas) di seluruh dunia sama semua mengalami penurunan," tuturnya.
Namun, untuk kredit dalam rupiah masih naik sehingga menyebabkan pertumbuhan kredit secara total masih positif.
"Kredit dalam rupiah naik 15 % per Oktober (yoy). Memang pertumbuhan domestik kita bagus dan eksternal sektor yang jelek," ujarnya.
Halim berharap, pada tahun depan kredit valas akan kembali positif dan kreditnya pasti kembali seperti semula (tidak minus).
"Karena ekspor akan kembali positif di tahun depan," pungkasnya.
(dru/qom)











































