"LPEI sedang menyelesaikan pembahasan dan loan agreement dengan China Exim, Australia EFIC, ADB, Korea Exim dan India Exim," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam acara RDP dengan komisi VI DPR-RI, Senin malam (16/11/2009).
Dikatakan Mari kerjasama-kerjasam tersebut diharapkan bisa meningkatkan kinerja LPEI kedepannya. Apalagi pembentukan LPEI sejak beroperasi 1 September 2009 lalu diharapkan sebagai alat yang tepat dalam rangka penetrasi pasar ekspor produk Indonesia khusunya di pasar-pasar baru (non tradisional) dan memfasilitas sektor usaha kecil dan menengah (UKM) dalam mempermudah ekspor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan prognosa sampai akhir tahun 2009 mencapai Rp 12,7 triliun yang akan diharapkan meningkat menjadi Rp 20 triliun pada akhir tahun 2010 dan Rp 41 triliun pada akhir 2014.
Untuk mencapai kinerja hingga tahun 2014, setidaknya LPEI mengembangkan 3 langkah tahapan dalam memperkuat kinerja pembiayaan ekspor beberapa tahun kedepan yaitu:
1. Quick wins 2010-2011
Penetrasi dan pengembangan pasar ekspor di negara-negara non tradisional dan meningkatkan jumlah eksportir UKM
2. Short term gains 2012-2013
Meningkatnya peluang ekspor di negara-negara tujuan tradisional dan non tradisional, meningkatkan jumlah eksportir UKM yang memiliki kapabilitas dalam aktivitas ekspor.
3. Medium term gains 2013-2014
Meningkatnya peluang ekspor di negara-negara tujuan ekspor tradisional dan non tradisional, meningkatkan jumlah eksportir UKM yang memiliki kapabilitas dalam aktivitas ekspor, meningkatnya efisiensi aktivitas ekspor dan kinerja ekspor.
Mari menjelaskan, sejak LPEI beroperasi 1 September 2009 telah dilakukan beberapa upaya antaralain memfinalisasi pembiayaan trade finance kepada BUMN dan BUMS, melakukan pembiayaan trade finance, modal kerja dan pembahasan jaminan dan asuransi kepada sejumla perusahaan, pembiayaan kepada para UKM secara langsung yang akan dilakukan pada tahun ini.
Sedangkan untuk jasa konstruksi telah melakukan MoU dengan asosiasi kontraktor Indonesia, terkait main contractor jasa konstruksi di beberapa negara pada tahun ini. Dibidang jasa pelayanan publik, LPEI telah menyelesaikan daftar 1000 key exporters Indonesia sebagai bagian dari daftar 5000 eksportir yang akan diterbitkan April 2010.
"Keberadaan LPEI sebagai Instrumen yang bisa membantu menembus pasar ekspor terutama pasar non tradisional dan membantu eksportir UKM," terang Mari.
(hen/qom)











































