Kenaikan laba tersebut sebagian besar ditopang oleh pendapatan operasional setelah distribusi bagi hasil. Pendapatan operasional setelah distribusi bagi hasil BSM pada triwulan III-2009 Rp 1,10 triliun naik 10,60% dibanding Rp 986,98 miliar pada September 2009.
Menurut siaran pers yang diterima, Rabu (19/11/2009), BSM juga membukukan kenaikan aset. Hingga September 2009, aset BSM mencapai Rp 19,39 triliun atau naik 17,23% dibandingkan aset pada September 2008 sebesar Rp 16,54 triliun.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BSM juga telah memperkuat struktur dana murah dibandingkan dana mahal. Saat ini struktur DPK BSM terdiri atas dana murah (giro dan tabungan) Rp 8,82 triliun (52,32%), dan deposito sebesar Rp8,04 triliun (47,68%).
Untuk memperkuat pencadangan dengan mengalokasikan PPAP Aktiva Produktif sebagaimana ditentukan oleh BI. PPAP Aktiva Produktif (termasuk pembiayaan) yang telah dibentuk pada September 2009 114,28%. Sedangkan, PPAP Aktiva Produktif (termasuk pembiayaan) pada periode sebelumnya 113,91%.
Dalam rangka menjalankan prinsip kehati-hatian, BSM juga mengalokasikan cash PPAP Aktiva Produktif hingga 89,19% pada September 2009 atau naik dibandingkan 79,49% pada September 2008. Cash PPAP adalah cadangan yang dialokasikan untuk mengantisipasi aktiva produktif (termasuk pembiayaan) bermasalah tanpa memperhitungkan nilai jaminan. Pencadangan ini membuat BSM lebih prudent.
Dari sisi pembiayaan, meski masih dibayangi krisis, BSM tetap menyalurkan pembiayaan dengan mengedepankan unsur kehati-hatian. Pembiayaan yang disalurkan BSM semula Rp13,73 triliun pada akhir September 2008, naik 8,22%, menjadi Rp14,85 triliun pada akhir September 2009.
Hingga Juni 2009, BSM menguasai pangsa pasar paling besar di industri perbankan syariah baik untuk aset (33,82%), DPK (38,84%), dan pembiayaan (33,73%).
Permodalan BSM pun makin kuat dengan peningkatan nilai ekuitas. Ekuitas BSM semula Rp1,06 triliun pada September 2008, naik 42,45% menjadi Rp1,51 triliun pada akhir September 2009. Kenaikan ekuitas ini antara lain akibat adanya tambahan modal dari Bank Mandiri sebagai pemegang saham mayoritas sebesar Rp199,87 miliar selama periode September 2008 hingga September 2009.
Indikator keuangan BSM lainnya per akhir September 2009 adalah sebagai berikut:
- Capital Adequacy Ratio (CAR): 13,30%
- Financing to Deposit Ratio (FDR): 87,93%
- Return on Equity (ROE): 40,17%
- Return on Asset (ROA): 2,11%.
(qom/dnl)











































