Hal ini disampaikan oleh Pjs Gubernur BI Darmin Nasution ketika ditemui di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat (20/11/2009).
"Tahun ini (kredit) agak rendah, seharusnya tahun depan bisa sedikit lebih tinggi dari 20%. Kita berharap kredit 2010 bisa baik, bukan cuma lebih baik," jelasnya.
Darmin mengatakan, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi di 2010 sekitar 5%, kisaran moderat pertumbuhan kredit di 2010 bisa mencapai 17-20%.
Mengenai buruknya pertumbuhan kredit di 2009 ini, Darmin mengatakan itu terutama disebabkan karena menurunnya sektor industri manufaktur akibat lemahnya perekonomian sebagai imbas krisis ekonomi global."Kalau sektor-sektor lain seperti pertanian, pertambangan, pengangkutan, komunikasi, listrik itu masih bagus-bagus saja," katanya.
"Tapi kita ini pertumbuhannya didorong oleh konsumsi. Mestinya konsumsi itu paling banyak hasil produksi hasil industri manufaktur. Jadi kalau dia kreditnya sekarang lambat, nanti agak terlambat sektor industri manufaktur memenuhi kebutuhan kenaikan konsumsi tahun depan. Dan kalau dia terlambat bisa-bisa barang impor yang mengisi," tuturnya.
Untuk mendukung peningkatan pertumbuhan kredit di 2010 ini, Darmin mengatakan BI akan terus menjaga sisi likuiditas perbankan supaya bisa memenuhi permintaan kredit berbagai sektor industri.
(dnl/qom)











































