Menurut Direktur Bisnis dan Kelembagaan BRI Asmawi Syam, plafon kredit yang diberikan BRI bersama bank plat merah lainnya kepada industri gula mencapai Rp 9,7 triliun.
"Ada Rp 9,7 triliun yang sudah memberikan komitmen. Kemudian yang kita putus itu
kurang lebih Rp 2,2 triliun, yang sudah dipakai untuk revitalisasi adalah Rp 1 triliun," katanya usai rakor gula di Kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (20/11/2009) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan yang sama, Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan agar peranan bank swasta dalam pengucuran kredit di industri bisa dimaksimalkan.
"Baik itu memberi fasilitas kredit untuk membangun pabrik atau memperbaiki pabrik yang ada ataupun fasilitas kredit untuk para petani tebu," ujarnya.
Ia juga menambahkan, pihaknya juga akan meningkatan kredit usaha rakyat (KUR) untuk para petani tebu sehingga bisa meningkatkan produksi gula.
Peningkatan KUR tersebut dinilai bisa menjadi stimulus tersendiri di kalangan para petani gula. Selain itu, pemerintah juga sudah memberi bantuan berupa subsidi bunga bagi revitalisasi pabrik gula dan pupuk.
Pemerintah berencana menyiapkan dana penjaminan KUR sebesar Rp 2 triliun setiap tahunnya dengan giring rasio sepuluh kali lipat. Dengan begitu, KUR yang bisa disalurkan bank setiap tahunnya bisa mencapai Rp 20 triliun.
(ang/dru)











































