"Kita lihat nanti kalau JBIC masih beri garansi. Ya berarti kemungkinan itu masih ada," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Negara Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa (24/11/2009).
Menurutnya, pemerintah belum dapat memberikan perkiraan nilai Samurai Bond yang akan diterbitkan lantaran masih melakukan pengkajian lebih lanjut.
"Kita lihat marketnya yang terbagus dalam rangka diversifikasi dan pengelolaan utang, kalau dalam negeri bagus ya lebih banyak ke dalam negeri," jelas Rahmat.
Pada Juli 2009, pemerintah telah menerbitkan Samurai Bond senilai 35 miliar yen atau setara dengan US$ 370 juta (dengan kurs saat itu). Rahmat belum dapat memastikan apakah nilainya akan lebih besar atau tidak dari penerbitan Samurai Bond yang lalu.
"Belum tentu lebih besar. Kalau market domestik bagus, kita lebih ke dalam negeri," ujarnya. (dro/dnl)










































