"Industri asuransi hanya menargetkan Rp 120 triliun dana kelolaannya karena bersaing dengan pemerintah yang sedang menggenjot DPK perbankan untuk membangun infrastruktur," kata Evelina F Pietruschka, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam acara Insurance Outlook 2010 di Hotel Le Meridien, Selasa (24/11/2009).
Ia mengatakan untuk meningkatkan industri asuransi hingga 50 persen, maka perasuransian akan mempromosikan asuransi jiwa sebagai provider dominan dari simpanan dana nasabah, serta perencanaan finansial.
Hingga kini, market share asuransi di Indonesia baru mencapai 14 persen. Selain itu, Evelina mengatakan target AAJI di 2012 akan memiliki 500 ribu orang agen profesional.
"Ini dilakukan sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan kapabilitas peningkatan industri asuransi," tegasnya. Sebab, hingga 2009, total agen asuransi baru mencapai 320 ribu agen.
Indonesia kini, kata dia, telah memiliki 46 perusahaan asuransi dan 4 perusahaan reasuransi. Terkait targetnya menjadikan asuransi sebagai salah satu pilar ekonomi Indonesia kini industri perasuransian menargetkan industri memiliki aset Rp 500 triliun di 2014.
Sementara, hingga kuartal kedua 2009, pencapaian aset asuransi telah mencapai Rp 121,2 triliun dengan pertumbuhan sebesar 17 persen dari aset kuartal kedua 2008 yang sebesar Rp 103,5 triliun.
Sementara itu di tempat yang sama Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Dennis Firmansjah mengatakan untuk industri multifinance di tahun 2010 diproyeksikan pertumbuhannya mencapai 15 % sampai 20 %.
"Sedangkan dari total pembiayaan ditargetkan mencapai Rp 150 triliun di tahun 2010. Atau meningkat Rp 30 triliun dari tahun 2009," ujar Dennis.
Namun, Dennis mengharapkan adanya kerjasama dari pemerintah dalam hal ini Bapepam-LK agar pertumbuhan tersebut dapat terealisasi.
"Seperti aturan mengenai perpajakan yang belum ada juklaknya serta regulator hendaknya mendorong sumber dana dari dana pensiun kepada perusahaan pembiayaan," jelas Dennis.
Ia juga mengharapkan diperbolehkannya perusahaan pembiayaan menerima investasi ataupun pendanaan langsung dari masyarakat.
"Di samping itu kita juga harapkan kerjasama dengan perusahaan asuransi dalam pelatihan produk asuransi kepada SDM perusahaan pembiayaan melalui APPI," pungkasnya.
(dru/dnl)











































