Tahap pertama ADB akan memberikan pembiayaan dengan PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Muamalat Indonesia.
"Perjanjian dengan ADB ini akan memudahkan bank-bank di Indonesia untuk mengembangkan pembiayaan perdagangan. Untuk yang pertama kita berikan kepada Bank Mandiri dan Bank Muamalat," ujar Country Director ADB Indonesia, James Nugent dalam konferensi persnya di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Rabu (25/11/2009).
Namun, James tidak mengatakan berapa besarnya plafon kredit yang diberikan ADB kepada kedua bank tersebut. "Hal tersebut masih secara personal dan belum bisa kami beritahukan," katanya.
Ia mengatakan, melalui fasilitas ini diharapkan bank-bank di Indonesia mendapatkan akses yang lebih mudah untuk pembiayaan perdagangan dan akan membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia pada saat perdagangan luar negeri secara bertahap mulai pulih dari dampak krisis ekonomi global.
Berdasarkan data ADB, untuk Mandiri disediakan anggaran US$155 juta yang dibagi menjadi dua. US$ 130 juta berupa confirming bank dan sisanya revolving loan .
"Dengan ikut serta dalam program pembiaan perdagangan ADB maka bank-bank di Indonesia dan nasabah mereka akan terhubung lebih dekat dengan jaringan perbankan, perdagangan dan bisnis dunia yang pada akhirnya akan mendapatkan keuntungan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi domestik dan dunia," paparnya.
Pembiayaan ini dibagi menjadi 2 jenis yakni pinjaman kepada Pemerintah atau sektor publik dan sektor swasta.
"Untuk rate (bunganya) disesuaikan dengan bunga pasar. Kita berharap agar bank-bank ikut mendandatangani perjanjian ini agar perdagangan bisa cepat bergerak," tuturnya.
James menambahkan, selain kedua bank tersebut diatas ADB sedang menjajaki pembiayaan melalui fasilitas TFFP dengan Indonesia Exim Bank (LPEI).
Hingga akhir Oktober 2009, TFFP ADB telah membantu hampir 1.700 transaksi perdagangan internasional dengan nilai lebih dari US$ 1,9 miliar.
(dru/dnl)











































