Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo, pemilihan Malaysia dikarenakan jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di sana saat ini. Berdasarkan data Bank Dunia, terdapat lebih dari 2 juta warga Indonesia yang menjadi tenaga kerja di Malaysia. Pemberangkatan TKI ke Malaysia pun setiap tahun meningkat rata-rata 18%.
Pendirian MIR ini merupakan salah satu komitmen Bank Mandiri bagi TKI, khususnya untuk memberi kemudahan layanan pengiriman uang ke kampung halaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain layanan kepada TKI, lanjut Agus, MIR juga menyediakan jasa pengiriman uang kepada perusahaan-perusahaan Indonesia yang mempunyai jaringan kantor di Malaysia.Β
MIR juga akan bekerjasama dengan bank-bank Malaysia dan penyedia layanan remittance di negara tersebut, untuk mengakomodir kebutuhan transaksi pengiriman uang.
Bisnis remittance atau remitansi, khususnya transaksi yang berasal dari TKI masih berpotensi ditingkatkan dan cenderung dapat bertahan di masa krisis seperti ditunjukkan data Bank Indonesia dimana pengiriman uang pada 2008 mengalami peningkatan sebesar 37,33% dari US$ 6 Miliar pada 2007 menjadi US$ 8,24 Miliar.
Sampai dengan September 2009, transaksi remitansi Bank Mandiri mencapai angka 1,1 juta transaksi dengan total nilai sekitar USD 41,5 milliar.Β Transaksi outgoing mencapai 260 ribu transaksi dengan nilai USD 23 milliar (260 ribu transaksi) sementara transaksi incoming mencapai 825 ribu transaksi dengan total nilai USD 18,5 millar.
Β
Di samping melayani kebutuhan remittance TKI, Tahun 2009 ini Bank Mandiri juga terus mengembangkan bisnis remitansi. Satu di antaranya adalah layanan remittance ke China dalam mata uang renminbi (CNY) melalui kerjasama dengan Industrial & Commercial Bank of China (ICBC) dan Bank of China (BOC). (epi/wep)











































