Sri Mulyani: Makin Cepat Dibuka, Makin Baik

Kasus Century

Sri Mulyani: Makin Cepat Dibuka, Makin Baik

- detikFinance
Senin, 30 Nov 2009 21:37 WIB
Sri Mulyani: Makin Cepat Dibuka, Makin Baik
Jakarta - Menghadapi berbagai tudingan buruk kepada dirinya seputar kasus Bank Century, Menteri Keuangan Sri Mulyani merasa gerah. Dirinya menantang berbagai pihak untuk membuka terang-terangan seputar aliran dana bailout Bank Century Rp 6,7 triliun.

"Makin itu dibuka, makin lebih cepat lebih baik menurut saya. Peraturan perundangan yang menjadi kendala dapat dipikirkan agar bisa diatasi, sehingga masyarakat tidak terombang-ambing untuk berbagai hal yang menurut saya mencampuradukan, yang kemudian didesak merugikan beberapa pihak," tutur Sri Mulyani usai pertemuannya dengan media di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (30/11/2009).

Sri Mulyani mengatakan, selama ini penanganan Bank Century yang saat ini berubah nama menjadi Bank Mutiara milik Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sudah dikelola dengan baik. menurutnya, jika bank ini terus diterpa oleh isu-isu kurang sedap, maka ongkos penyelamatannya akan lebih besar.

Bahkan, menurut Sri Mulyuani, dirinya akan berkerjasama penuh dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuka semua hasil audit Bank Century oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Sebetulnya hari ini, tadi sudah saya sampaikan suatu berita acara penyerahan kepada KPK mengenai seluruh material yang ada di Depkeu terkait ini (Century). Dan saya mau even before KPK melakukan apa-apa, saya sampaikan sebagai niat baik kooperatif. Karena itu dianggap sebagai kayaknya semakin dispekulasi karena ada sesuatu," jelasnya.

Semua bukti-bukti dan rekaman rapat keputusan penyelamatan Bank Century sudah siap disampaikan kepada KPK. "Jadi saya hanya ingin mengatakan, saya sudah lebih maju, lebih lagi selangkah," ujarnya.

"Saya minta ke Pak Tumpak (Ketua KPK). Dan saya sampaikan ke beliau, ini seluruh data informasi rekaman yang terjadi di dalam keputusan sebelumnya pada 20-21 November 2008. Termasuk berbagai macam korespondensi dan lain-lain," tutupnya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads