Hal ini disampaikan Sri Mulyani dalam sambutannya di Acara "Inspirasi Peluang Investasi dan Prospek Ekonomi 2010" di Ball Room Ritz Carlton, siang ini (1/12/2009).
Menurut Sri Mulyani, awal mula kasus bank yang kini sudah berganti nama menjadi Bank Mutiara ini mencuat karena dua hal. Pertama, bank ini bankrut karena dirampok pemiliknya sendiri. Kedua, saat bank ini jatuh, kondisi dunia sedang mengalami krisis ekonomi global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani sangat menyayangkan dengan mencuatnya kasus ini, program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu menjadi tertutupi. Padahal, tambah Ani, masih banyak isu yang bisa diangkat dalam program 100 hari ini.
"Isu 100 hari SBY digoyang isu yang tidak ada kaitannya dengan kinerjanya," tegas Ani dengan suaranya yang parau karena kurang sehat.
Seperti diketahui, setelah keluarnya audit investigasi BPK, nama Sri Mulyani dan Boediono selalu mendapat sorotan. Kedua pejabat tersebut dinilai sebagai pihak paling bertanggung jawab saat penyelamatan Bank Century yang menelan dana LPS sebesar RP 6,7 triliun. DPR bahkan kini sedang memroses hak angket Bank Century.
(nia/qom)











































