Demikian dikatakan Pjs Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution di sela acara Investor Summit and Capital Market Expo 2009 di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta,
Rabu (02/12/2009).
"Target kredit kita harapkan tahun depan bisa capai 15%," ujar Darmin.
Darmin mengatakan, kredit tahun depan akan ditopang oleh pertumbuhan industri manufaktur yang mulai pulih dimana saat ini tumbuh sangat kecil. Di samping itu, lanjut Darmin, dengan turunnya suku bunga kredit diharapkan permintaan kredit akan meningkat.
"Bank Indonesia akan terus memantau penurunan suku bunga baik kredit dan deposito perbankan nasional," ungkapnya.
Ia menjelaskan, kondisi suku bunga di Indonesia saat ini cukup aneh, dimana tingkat suku bunga deposito dan suku bunga kredit turun lambat ditambah dengan permintaan kredit juga turun.
"Padahal jika dilihat sesuai dengan ekonomi dasar biasanya jika permintaan kredit turun dan akses likuiditas besar mestinya bunga juga turun," jelasnya.
Karena itu, BI ikut masuk mengatur suku bunga perbankan untuk melihat kondisi rentang perbedaan suku bunga kredit dan deposito perbankan, sehingga BI bisa membuat benchmark antara satu bank dengan bank lain.
"Selain itu BI akan menekankan fungsi intermediasi dengan memberikan insentif. Apa kerja bank kalau tidak memobilisasi dana yang dipinjamkan ke masyarakat," katanya.
(dru/dnl)











































