DPR Segera Gelar Pemilihan Gubernur BI

DPR Segera Gelar Pemilihan Gubernur BI

- detikFinance
Senin, 07 Des 2009 06:52 WIB
DPR Segera Gelar Pemilihan Gubernur BI
Jakarta - Posisi Gubernur BI kosong sejak pertengahan Mei 2009 lalu setelah Boediono mundur untuk menjadi calon Wakil Presiden. Posisi Gubernur BI saat ini masih dijabat sementara oleh Darmin Nasution, yang baru terpilih menjadi Deputi Gubernur Senior BI pada 11 Mei 2009.

Presiden SBY yang ditunggu-tunggu DPR masa bakti 2004-2009 ternyata tak kunjung memasukkan nama-nama calon pengganti Boediono di kursi BI-1 tersebut. Namun DPR masa bakti 2009-2014 akan segera menggelar pemilihan Gubernur BI.

Untuk itu, dalam waktu dekat Presiden RI akan segera ajukan 3 nama kepada Komisi XI DPR-RI sebagai calon Gubernur BI. Pemilihan ini penting karena sudah kurang lebih 7 bulan sejak bulan Mei 2009 kursi Gubernur BI tidak ada yang menempati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI, Akhsanul Qasasi kepada detikFinance di Jakarta, Minggu malam (06/12/2009).

"Dalam waktu dekat, kita memang akan melakukan pemilihan Gubernur BI definitif. Mekanismenya nama calon Gubernur diajukan oleh Presiden sebanyak 3 calon dan dipilih oleh Komisi XI DPR-RI," ujar Akhsanul.

Namun, Akhsanul enggan mengatakan kapan waktu persisnya Presiden mengumumkan tiga nama tersebut. Yang pasti sejak Senin (7/12/2009) ini DPR sudah memasuki masa reses.

Sementara itu, Anggota Komisi XI yang juga Ketua Badan Anggaran DPR-RI Harry Azhar Aziz mengatakan saat ini sudah tidak lagi ada alasan lagi bagi Presiden untuk tidak memilih calon untuk mengisi BI-1.

"Untuk Gubernur BI sendiri, presiden harus cepat menunjuk orang untuk menjabat. Tidak bisa Pejabat Sementara (Pjs) terus. Karena itu akan memberikan dampak psikologis bagi internal BI," tegas Harry.

Padahal, lanjut Harry jika dilihat saat ini presiden sudah seharusnya bisa mengusulkan nama-nama calon.
"Kalau kemarin bisa lah kita berikan waktu karena presiden sibuk memilih nama-nama bagi para kabinetnya. Sekarang tidak ada alasan lagi, apalagi terkait kasus Bank Century yang juga belum usai karena memang ada sangkut pautnya kepada BI," papar Harry.

Harry menambahkan, kursi BI-1 memang sangat penting apalagi dimata dunia. Kejelasan sebuah kebijakan Bank Sentral memang lebih mengacu kepada persepsi seorang Gubernurnya.

"Maka dari itu, di tingkat global persepsi negara-negara lain akan sedikit bertanya-tanya dan akibatnya bagi kita sangat tidak menguntungkan jika Bank Sentral belum mempunyai Gubernur," pungkasnya.

(dru/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads