BI mempunyai proyeksi, pertumbuhan aset perbankan syariah di 2010 paling pesimis bisa tumbuh 26%, dan paling optimis bisa tumbuh hingga 81%.
Hal tersebut dikatakan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya yang mewakili Pjs Gubernur BI Darmin Nasution membacakan pidato dalam seminar Prospek and Development Of Indonesian Islamic Banking Under The New Tax Regime di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (07/12/2009).
"Dilihat dari analisa terhadap kondisi fundamental makroekonomi dalam situasi perekonomian dunia yang cenderung pulih dan dinamika yang terjadi dalam internal
industri perbankan syariah maka diperkirakan tahun 2010 akan mengalami pertumbuhan yang lebih baik dari tahun sebelumnya," papar Budi Mulya.
BI juga memberikan outlook perbankan syariah tahun 2010 berdasarkan tiga skenario yakni pesimis, moderat, dan optimis.
"Namun, faktor pulihnya perekonomian dunia secara global merupakan satu-satunya hal yang paling mempengaruhi pertumbuhan industri perbankan syariah," jelasnya.
BI memproyeksikan pertumbuhan perbankan syariah nasional tahun 2010 dalam skenario pesimis yakni nilai aset akan mencapai Rp 72 triliun atau tumbuh sebesar 26%.
Kemudian untuk skenario moderat, nilai aset perbankan syariah di tahun 2010 bisa mencapai Rp 97 triliun atau tumbuh 43%. Dan terakhir, untuk skenario optimis, nilai aset perbankan syariah di 2010 akan mencapai Rp 124 triliun ataui tumbuh sebesar 81%.
Di tempat yang sama Anggota Komite Pengawas Perbankan Syariah M Syafii Antonio mengatakan, skenario BI yang sifatnya moderat dan optimistis itu didukung oleh adanya penambahan bank-bank syariah baru, maupun konversi beberapa UUS (Unit Usaha Syariah) menjadi BUS (Bank Umum Syariah).
"Skenario optimis dan moderat 2010 lebih kepada arah pertumbuhan non organik," ujarnya.
Sementara itu Syafii mengatakan sampai dengan akhir tahun 2009 ini, target pertumbuhan sampai akhir tahun tidak akan sesuai dengan proyeksi BI sebesar 25%.
"Jika melihat sisa waktu yang tinggal 3 minggu lagi, maka pertumbuhan aset perbankan syariah nasional mungkin hanya akan mencapai 20% saja," jelasnya.
Namun, ke depan dengan masuknya investor baru dalam industri perbankan syariah nasional melalui pendirian bank syariah baru atau membeli dan menambah modal yang sudah ada, maka pertumbuhan aset diyakini akan lebih besar dari tahun 2009 ini.
(dru/dnl)











































