Investor Timteng Siap Ekspansi Bisnis Syariah Tahun 2010

Investor Timteng Siap Ekspansi Bisnis Syariah Tahun 2010

- detikFinance
Senin, 07 Des 2009 12:31 WIB
Investor Timteng Siap Ekspansi Bisnis Syariah Tahun 2010
Jakarta - Negara-negara Timur Tengah akan mulai ekspansi bisnis syariahnya di Indonesia pada awal tahun 2010. Salah satunya yakni investor dari Kuwait yaitu Kuwait Financial House yang berencana akan membuka bank baru pada Januari 2010.

Demikian dikatakan oleh Utusan khusus RI untuk Timur Tengah, Alwi Shihab dalam acara Prospect and Developments of Indonesia Islamic Banking under the New Tax Regime, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (7/12/2009).

"Selain Kuwait akan juga ada konsorsium dari Saudi Arabia, Yaman, Qatar dan Bahrain akan masuk ke Indonesia dalam waktu dekat ini untuk buat bank baru," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, negara-negara Timteng tersebut sudah merintisnya sejak 4 tahun lalu. Namun menurut kabar yang diperoleh, lanjut Alwo, realisasi investasinya baru akan dilakukan pada Januari 2010.

Alwi menambahkan, untuk Qatar Nasional Bank beberapa bulan ini juga sedang gencar dalam merintis dan mengakuisisi saham mayoritas dari beberapa bank.

"Sekarang sedang dalam tahap negosiasi," tuturnya.

Negara Timur tengah, lanjut Alwi melihat negara Indonesia sebagai tempat berinvestasi yang tidak diragukan. Hal ini tercermin juga dari sedang digodoknya tax insentif dalam pengembangan bank syariah oleh pemerintah dan Bank Indonesia (BI).

Ditempat yang sama, Deputi Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI, Mulya Siregar juga mengatakan ada dua investor yaitu Albarkah dan Asian Finance Bank yang sangat tertarik untuk membeli bank lokal.

"Mereka sudah datang ke kita dengan rencana mereka akan membeli bank lokal dan dikonversi ke syariah," ujar Mulya.

Hal ini, menurut Mulya merupakan hal yang ditunggu-tunggu untuk mengembangkan pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia. Menurutnya, UU No 42 tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai akan mampu mendorong industri meningkatkan kinerja.

"Investor mulai tertarik setelah penghapusan double taxation dihapuskan di Indonesia," tambahnya.

Ia menambahkan, secara pesmistis aset perbankan syariah 2010 akan tumbuh 26% dan secara optimistis akan tumbuh hingga 81%.

"Kita optimistis 81% akan tercapai jika didukung oleh pertumbuhan non organik, yaitu masuknya investor ke sektor perbankan syariah nasional," ungkapnya.


(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads