Demikian dikatakan oleh Utusan khusus RI untuk Timur Tengah, Alwi Shihab dalam acara Prospect and Developments of Indonesia Islamic Banking under the New Tax Regime, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (7/12/2009).
"Selain Kuwait akan juga ada konsorsium dari Saudi Arabia, Yaman, Qatar dan Bahrain akan masuk ke Indonesia dalam waktu dekat ini untuk buat bank baru," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alwi menambahkan, untuk Qatar Nasional Bank beberapa bulan ini juga sedang gencar dalam merintis dan mengakuisisi saham mayoritas dari beberapa bank.
"Sekarang sedang dalam tahap negosiasi," tuturnya.
Negara Timur tengah, lanjut Alwi melihat negara Indonesia sebagai tempat berinvestasi yang tidak diragukan. Hal ini tercermin juga dari sedang digodoknya tax insentif dalam pengembangan bank syariah oleh pemerintah dan Bank Indonesia (BI).
Ditempat yang sama, Deputi Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI, Mulya Siregar juga mengatakan ada dua investor yaitu Albarkah dan Asian Finance Bank yang sangat tertarik untuk membeli bank lokal.
"Mereka sudah datang ke kita dengan rencana mereka akan membeli bank lokal dan dikonversi ke syariah," ujar Mulya.
Hal ini, menurut Mulya merupakan hal yang ditunggu-tunggu untuk mengembangkan pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia. Menurutnya, UU No 42 tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai akan mampu mendorong industri meningkatkan kinerja.
"Investor mulai tertarik setelah penghapusan double taxation dihapuskan di Indonesia," tambahnya.
Ia menambahkan, secara pesmistis aset perbankan syariah 2010 akan tumbuh 26% dan secara optimistis akan tumbuh hingga 81%.
"Kita optimistis 81% akan tercapai jika didukung oleh pertumbuhan non organik, yaitu masuknya investor ke sektor perbankan syariah nasional," ungkapnya.
(dru/qom)











































