Hal tersebut disampaikan Mantan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil disela diskusi publik penyelamatan sistem perbankan dan berbagai kebijakan publik di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (7/12/2009).
Â
"Yang saya bicarakan adalah sebelum penyelamatan. Tapi setelah diselamatkan, semua dana bumn itu ditarik," katanya.
Â
Namun, ia mengaku tidak ingat persis jumlah dan nama-nama BUMN-BUMN yang menyimpan dana di bank yang kini sudah berganti nama menjadi Bank Mutiara itu.
"Yang saya ingat itu Jamsostek, Telkom. Bank Mandiri juga ada, tapi sudah ditarik jauh sebelum bailout," ungkapnya.
Â
Ia menilai, angka sebesar Rp 300 miliar itu tidak akan berdampak sistemik kepada kinerja BUMN yang bersangkutan. Sehingga tidak menjadi masalah jika bailout tidak dilakukan dan dana tersebut hilang.
Â
"Tapi sudah menjadi keputusan BUMN secara B to B (business to business) untuk menarik dananya setelah diambil alih LPS (Lembaga Penjamin Simpanan)," katanya.
Â
Ia juga mengakui pernah dikirim surat oleh LPS yang isinya meminta BUMN menyimpan dana di Bank Century. Menurutnya, surat tersebut tidak ditanggapi dan hanya diserahkan secara korporasi kepada masing-masing perusahaan negara.
(ang/qom)











































