Ekspansi kredit tersebut didukung dari modal yang kuat setelah proses penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) mengalami oversubscribed 2,04 kali atau sekitar Rp 3,5 triliun.
Demikian dikatakan oleh Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro ketika ditemui dalam acara Forum Dialog Bersama Otoritas dan Pelaku Ekonomi di Gedung Bank Indonesia, Jalan Budi Kemulyaan, Jakarta, Rabu (09/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan saat ini IPO berjalan dengan lancar dan diharapkan pada tanggal 17 Desember 2009 BTN sudah bisa listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Proses IPO ini sangat baik, karena persepsi investor sangat positif. Hari ini saja sudah banyak sekali di kantor-kantor BTN orang-orang yang mengantre untuk mendapatkan kejelasan berapa saham yang mereka dapatkan," tuturnya.
Nantinya, lanjut Iqbal, Rasio Kecukupan Modal (CAR) BTN akan berada di posisi 27% setelah proses IPO selesai.
"Namun hanya sementara saja CAR kita diposisi 27%, karena kita akan melakukan ekspansi kredit serta pembiayaan maka di 2013, CAR kita akan berada di posisi seperti saat ini yaitu 13,4%," paparnya.
Untuk diketahui, sepanjang tahun 2009 BTN telah menyalurkan kredit baru sebesar 66,09% sehingga total posisi kredit per September 2009 mencapai Rp 36,32 triliun atau tumbuh sebesar 26,75% (yoy). Bank plat merah tersebut menawarkan harga IPO Rp 800 per lembar.
(dru/qom)











































