Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani mengatakan, akuntan publik mengatakan, seharusnya dana suntikan yang dibutuhkan Bank Century adalah senilai Rp 7,3 triliun untuk mengembalikan Bank Century menjadi bank sehat.
"Jadi harusnya sebesar Rp 7,3 triliun. Tapi kita melakukan penghematan dari apa yang dihitung akuntan publik. Penghematannya senilai Rp 600 miliar," ujarnya di sebuah rumah makan di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (9/12/2009).
Firdaus mengatakan, dengan kucuran dana Rp 6,7 triliun ini, LPS sudah bisa mengangkat rasio kecukupan modal (CAR) Bank Century menjadi 10%.
"Bank Mutiara sekarang sudah sehat, jadi tidak perlu suntikan modal tambahan lagi. Cukup kucuran terakhir pada Juli 2009. Sekarang total ekuitas Bank Mutiara mencapai Rp 600 miliar," jelas Firdaus.
Pada saat Bank Century diambil alih oleh LPS, total ekuitas Bank Century dikatakan Firdaus mencapai minus Rp 6,7 triliun. Ekuitas Bank Century bisa minus, akibat penggembosan yang dilakukan oleh pemiliknya dengan melakukan pelanggaran-pelanggaran.
"Bank Century dibobol pemiliknya, dan nilainya mencapai Rp 4 triliun kerugiannya dari kredit fiktif, L/C bodong. Nah kita harus pantau terus pengejarannya," tutupnya. (dnl/dnl)











































