Pasalnya, posisi Gubernur Bank Indonesia sangat bernuansakan politis. Dan bisa dikatakan, menempati jabatan BI-1 sangat tidak "aman" saat ini karena kondisi
politik sedang terganggu.
Demikian diungkapkan oleh Ekonom Kepala Bank Negara Indonesia (BNI) Tony Prasetiantono usai menjadi pembicara dalam Diskusi Terbatas dengan tema "Anatomi dan Perspektif Kasus Bank Century" di Jakarta, Kamis (10/12/2009).
"Untuk saat ini saya khawatir, orang ahli ekonomi sudah tidak ada lagi yang ingin jadi Gubernur BI, karena sarat sekali dengan intrik politik," kata Tony.
Ia melanjutkan, sosok yang sangat pantas menduduki BI-1 saat ini hanyalah seorang Darmin Nasution.
"Ia disegani baik di kancah politik maupun ekonomi. Cara berbicara yang tegas dan background saat menjadi Dirjen Pajak sangat bagus," tuturnya.
Darmin, lanjut Tony, sangat pandai dalam menempatkan posisinya ketika menghadapi para elit politik di DPR dan dari kredibilitas sebagai pelaku ekonomi sudah sangat
terbukti.
"Saat ini yang penting adalah bagaimana posisi dewan gubernur lainnya. Jika Darmin menjadi Gubernur BI maka Deputi Gubernur Senior maupun Deputi Gubernur harus diisi oleh orang yang mempunyai kredibilitas murni di sektor moneter bukan di ekonomi makro," tambahnya.
Menurutnya, Deputi Gubernur Senior ataupun Deputi Gubernur harus diambil dari kalangan bankir profesional.
"Seandainya dari bank umum ataupun swasta sekalipun nanti BI akan mempunyai nuansa yang berbeda. Karena siapapun orang tersebut pasti memiliki pengalaman di perbankan yang hebat, jangan dari makro lagi," papar Tony.
Bankir profesional akan lebih cenderung sensitif melihat perbankan saat ini dan mengerti akar permasalahan dari sisi moneter.
"Dan dalam menangani kasus Century, bankir profesional yang sudah terlatih atau well train dan berpengalaman, dengan kata lain well experience akan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang menimbulkan polemik dengan menggunakan kredibilitasnya," kata Tony.
Apalagi, lanjut Tony, saat ini para Deputi melaksanakan tugas yang saling merangkap jabatan. Deputi Gubernur yang membawahi pengawasan menurut Tony tidak lagi bisa dirangkap.
"Diurus sendirian saja bisa mati-matian soal pengawasan, bagaimana dirangkap," tegasnya.
Untuk diketahui Deputi Gubernur Bidang Pengawasan Bank Indonesia saat ini dirangkap jabatannya oleh Budi Rochadi yang membawahi juga sistem pembayaran. "Ini yang harus segera dibenahi, jangan sampai terjadi sebuah kasus baru akibat lemahnya pengawasan BI," pungkasnya.
(dru/dnl)











































