Menurut Direktur PT Sinarmas Multiartha Tbk. Kurniawan Udjaja, pendanaan untuk penambahan 30 kantor baru di 30 kota tersebut, akan diambil dari belanja modal tahun depan SMMA sekitar Rp 150 miliar.
"Sementara sisa belanja modal, akan digunakan untuk operasional Asuransi Sinar Mas Rp 23,3 miliar dan penambahan investaris kantor Rp 12,5 miliar," papar Kurniawan dalam dalam paparan publik perseroan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) SCBD Jakarta Kamis (10/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak tertutup kemungkinan adanya penambahan dana lagi ke anak usaha (Bank Sinar Mas), jumlahnya mungkin sama, sekitar Rp 100 miliar," katanya.
Untuk tahun depan, SMMA telah menargetkan pertumbuhan 10-20% laba dan pendapatan. Perolehan pendapatan perseroan sampai akhir tahun, diperkirakan Rp 8,08 triliun. Sementara laba bersih dipatok Rp 700 miliar sampai akhir Desember 2009.
"Pendapatan dan laba di tahun depan akan tumbuh 10-20% dibanding tahun ini," imbuh Kurniawan.
Komposisi perolehan pendapatan, masih didominasi oleh anak usaha di bidang Asuransi. Urutan pertama adalah Asuransi Jiwa Sinarmas, disusul kemudian oleh PT Asuransi Sinarmas. PT Sinarmas Sekuritas juga ikut sebagai penyumbang terbesar perolehan pendapatan dan laba bagi perseroan di tahun depan.
Ia menambahkan, belanja modal tahun depan sebesar Rp 150 miliar tersebut diperoleh perseroan dari hasil penerbitan Waran beberapa waktu lalu. "Sumber dana belanja modal adalah dari hasil exercise Waran Sinarmas Multiartha," pungkasnya.
Dengan adanya penambahan ini maka Bank Sinar Mas akan memiliki 120 kantor Bank Konvensional dan 1 Kantor Cabang Syariah.
(wep/epi)











































