Namun Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Fuad Rahmany mengatakan kedua tokoh krusial di balik bailout Century tersebut tidak bersalah, karena tujuan mereka hanya menyelamatkan perekonomian dan sektor perbankan dari krisis.
"Kenapa mereka berdua dianiaya, tolong proporsional saja. Pilah masalahnya satu per satu. Tidak ada dalam hasil audit BPK, Sri Mulyani melakukan penyimpangan, tidak mungkin juga mengambil keputusan tidak dengan data. Tidak mungkin orang sekapasitas Boediono melakukan hal yang tidak terukur," tuturnya dalam sebuah diskusi di FX Plaza, Jakarta, Kamis (10/12/2009).
Fuad yang saat itu juga hadir dalam rapat KSSK (Komite Stabilitas Sektor Keuangan) dalam pengambilan keputusan bailout Century mengatakan, kondisi perekonomian saat keputusan bailout diambil cukup genting.
Pada saat itu, AS yang menjadi episentrum gelombang krisis keuangan global, sudah mengeluarkan US$1,2 triliun atau Rp 12.000 triliun untuk melakukan bailout atau penyelamatan lembaga-lembaga keuangannya.
"Sialnya pada November BI bilang Bank Century sakit. Padahal sudah sakit sejak lama. KSSK saat itu disodori laporan Century kalah kliring. Saya sampaikan pada kondisi saat itu, ini fakta. Kita coba berbesar hati dan berpikir jernih, karena saat ini kita terseret gelombang pada 2 orang (Sri Mulyani dan Boediono) yang sangat jujur dan kredibilitas tinggi, dia yang menyelamatkan tapi dia yang kena," tutur Fuad.
Fuad juga menceritakan kondisi saat pengambilan keputusan bailout pada 20 November, dimana kondisi Bank Century sudah di ujung tanduk dan akan bangkrut.
"Pada 20 November juga IHSG merosot jadi 1.155, ada penurunan sekitar 1.600. Rupiah anjlok dari Rp 9.800 menjadi Rp 12.000 per dolar AS. Itu ukuran risiko untuk kondisi moneter. Country risk kita dinilai jelek. Pemerintah tidak akan mungkin menyampaikan hal itu kepada publik. Kalau disampaikan bisa terjadi kepanikan," paparnya.
Sementara mengenai pembengkakan dana bailout dari Rp 632 miliar menjadi Rp 6,7 triliun, Fuad menjelaskan dana-dana yang disuntikkan adalah untuk menutupi rasio kecukupan modal (CAR) Bank Century.
"Tapi BI sudah bilang untuk tutup likuiditas Bank Century butuh 4,3 triliun," tutupnya. (dnl/dnl)











































