"Kita awalnya memproyeksikan Rp 485 untuk laba bersih. Tapi sampai akhir tahun akan terlampaui," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro yang ditemui di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (11/12/2009).
Sementara itu, perseroan juga mentargetkan pertumbuhan laba bersih di tahun depan lebih dari 11 persen. Namun nilai nominal laba tidak dapat diprediksi, karena Iqbal tidak menyebutkan perolehan laba BTN sampai akhir tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, BTN merevisi pertumbuhan kreditnya menjadi 25% di tahun 2010. Setelah sebelumnya BTN mematok kredit hingga 20% di tahun depan. Ekspansi kredit tersebut didukung dari modal yang kuat setelah proses penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) mengalami oversubscribed 2,04 kali atau sekitar Rp 3,5 triliun.
"Kita targetkan kredit 2010 tumbuh diatas 25%, ini didukung oleh IPO yang oversubscribed," tambah Iqbal.
(wep/ang)











































