BI Rate Bisa Sentuh 7,25% di 2010

BI Rate Bisa Sentuh 7,25% di 2010

- detikFinance
Selasa, 15 Des 2009 12:49 WIB
BI Rate Bisa Sentuh 7,25% di 2010
Jakarta - Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) akan kembali mengalami kenaikan pada kuartal II-2010. Pasalnya, tekanan terhadap inflasi akan meningkat khususnya
pada komponen administered price .

BI Rate diprediksi akan mencapai 7,25% dengan tingkat inflasi yang mencapai 6,3% di akhir tahun 2010.

Demikian disampaikan oleh Chief Economist Mandiri Sekuritas, Destri Damayanti dalam Outlook Ekonomi Indonesia 2010 di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (15/12/2009).

"Komponen adminestered price yakni komponen utama yang membuat inflasi akan meningkat, yakni dilihat dari faktor primer seperti naiknya Tarif Dasar Listrik (TDL) hingga 20%-25% untuk industri dan sektor tertentu. Selain listrik, gas elpiji juga akan kembali mengalami kenaikan di 2010, kedua faktor ini akan membuat tingkat inflasi naik mencapai 6,3% di akhir tahun 2010 (full years )," papar Destri.

Ia mengatakan, kenaikan TDL dan Elpiji tersebut diperkirakan baru akan terjadi di kuartal II-2009. Karena itu suku bunga acuan (BI Rate) diperkirakan paling cepat di kuartal II-2010.

Tekanan lain dari faktor eksternal yang akan membuat inflasi meningkat yakni potensi kenaikan harga komoditas global yang didorong oleh perbaikan permintaan global dan pelemahan nilai mata uang dollar AS.

"Selain itu, secara historis apabila harga keekonomisan BBMΒ  mencapai 100% di atas harga BBM subsidi maka pemerintah akan melakukan penyesuaian BBM domestik. Naiknya harga BBM juga meningkatkan inflasi di 2010," tambahnya.

Meningkatnya harga minyak secara berkelanjutan, menyebabkan rata-rata harga minyak berada di atas asumsi pemerintah US$ 65 per barel. Menurut Destri, asumsi harga minyak dunia berada di US$ 74-US$ 75 per barelnya.

"Maka hal ini akan mendorong pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga minyak domestik, sehingga dapat memicu inflasi ke double digit level . Karena BI Rate sejalan dengan inflasi, suku bunga akan kembali meningkat di tahun depan," tandasnya.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads