Hal tersebut disampaikan Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) Mirza Adityaswara dalam outlook ekonomi 2010 di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (15/12/2009).
"Kita harus siap menghadapi adanya goncangan-goncangan. Ya mudah-mudahan itu tidak terjadi, jika nantinya proses hukum jalan dan kasus ini tidak melebar kemana-mana sehingga pasar keuangan tak terganggu," ujar Mirza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan historis kebelakang, mereka berharap pemerintahan akan menjadi pemerintahan yang efektif. Asing akan masuk ke emerging market yang bagus, sekarang ini saat yang tepat mumpung masih bagus seharusnya Indonesia bisa memanfaatkan momentum," papar Mirza.
Investor asing saat ini tengah melihat kebijakan-kebijakan yang 'dikepalai' oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Menurut Mirza, jika terkait Kasus Bank Century Sri Mulyani harus diberhentikan maka investor akan menahan ekspansinya dengan harus membuat review kembali mengenai kebijakan menteri yang baru.
"Soalnya nanti kan asing akan tanya siapa-siapa Dirutnya, siapa menterinya dan melihat kondisi kestabilan ekonomi. Tapi kalau nanti trjadi pergantian-pergantian karena kasus Bank Century mereka akan mereview lagi," ungkapnya.
Dikatakan Mirza, mereka akan melihat kebijakannya seperti apa nantinya. Proses Bank Century yang tengah memasuki tahap mencari kebenaran dan evaluasi akan sangat berpengaruh terhadap investor.
"Kalau kasus Bank Century ini dijalankan untuk mencari kebenaran itu boleh-boleh saja, kalau lebih dari itu maka akan terjadi goncangan," tambahnya.
Mirza juga menjelaskan dalam pasar valuta asing sangat rentan terhadap keluar masuknya dana di SUN dan SBI.
"Di SBI (dana asing) sudah Rp 48 triliun, sementara pasar valuta asing kita perhari cuma US$ 700-US$ 800 juta per hari. Nah itu masih gampang goyang kalau ada dana yang keluar banyak dari SBI. Maka diharapkan kasus Bank Century ini tak berpengaruh banyak dan cepat selesainya," tutur Mirza.
(dru/qom)











































