Setoran Dividen Bank BUMN Berpeluang Dikurangi

Setoran Dividen Bank BUMN Berpeluang Dikurangi

- detikFinance
Rabu, 16 Des 2009 09:10 WIB
Jakarta - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka peluang penurunan porsi dividen bank plat merah tahun depan. Langkah ini dilakukan agar perbankan milik negara bisa memperkuat modal sehingga bisa lebih banyak menyalurkan kredit, terutama dalam pembangunan infrastruktur di tahun 2010.

Demikian hal itu diungkapkan oleh Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar usai di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Jakarta, Selasa (15/12/2009).

"Kalau memang itu memiliki prospek untuk pengembangan usaha, nanti kita coba lakukan pembahasan dengan Departemen Keuangan, itu bisa berpeluang (penurunan porsi dividen). Kita lihat case by case ya," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, dengan menguatnya modal bank BUMN maka diharapkan penyaluran kredit kepada sektor riil bisa lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, terutama membantu pembangunan infrastruktur yang menjadi program fokus pemerintah di tahun 2010.

"Saya kira itu bagus, karena memang nanti kita memperkuat infrastruktur dengan dana APBN dan dana pembiayaan dari bank yang lebih besar," jelasnya.

Meski belum menentukan penurunan porsinya, menurut Mustafa, setidaknya jumlah setorannya akan sama dengan tahun ini. Jadi, tidak ikut naik sebagaimana yang biasa terjadi di sejumlah BUMN, jumlah setorannya naik meski porsi tidak berubah. Hal ini karena laba bersihnya tumbuh dari tahun ke tahun.

Tahun ini, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) telah menyetor dividen sebesar Rp 122 miliar atau 10 persen dari laba bersih 2008 dengan interim sebanyak Rp 110,099 miliar. Sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyetor dividen sekira Rp Rp 2,085 triliun atau 35 persen dari laba bersih 2008 dengan interim
Rp 320,18 miliar.

Sedangkan PT Bank Mandiri Tbk menyetor dividen senilai Rp 1,85 triliun yang merupakan 35 persen dari perolehan laba bersih 2008 dengan interim Rp 269,7 miliar, dan yang terakhir PT Bank Tabungan Negara (BTN) sudah menyetor dividen sebanyak Rp 400 miliar atau setara 10 persen dari laba bersih 2008.



(ang/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads