Demo Century Ala Profesional

Demo Century Ala Profesional

- detikFinance
Rabu, 16 Des 2009 13:57 WIB
Demo Century Ala Profesional
Jakarta - Sejumlah ekonom, pelaku pasar modal, pejabat pemerintah, pengamat politik, serta pelaku sektor riil yang tergabung dalam Profesional Indonesia menggelar aksi damai terkait berlarut-larutnya kasus Bank Century yang tidak proporsional.

Mereka menyatakan sikap dengan melakukan orasi di lobi gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (16/12/2009). Sekitar 50-an orang profesional itu berorasi menggunakan pengeras suara, namun tidak disertai spanduk-spanduk layaknya aksi demo lainya. Aksi tersebut hanya berlangsung sekitar 15 menit.

Orasi yang diwakilkan oleh Ketua Komisi Nasional Good Corporate Governance (GCG) Mas Ahmad Daniri itu menyatakan kasus Bank Century telah didorong ke arah yang tidak proporsional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perkembangan seperti ini bukan hanya menciptakan kebingungan di kalangan masyarakat, tetapi juga menimbulkan potensi gangguan terhadap stabilitas ekonomi, politik, keuangan, perbankan, iklim investasi, dan bahkan menggoyahkan sendi-sendi sosial dan budaya masyarakat.

"Kami mendukung kebijakan dan tindakan pemerintah melakukan bailout Bank Century pada November 2008. Demi menyelamatkan sistem perbankan dan dalam upaya mempertahankan stabilitas sektor keuangan dan kondisi ekonomi nasional," ujar mantan Dirut BEI ini.

Di tempat yang sama Pengamat Ekonomi Christianto Wibisono menyatakan tindakan pada 21 November 2008 dalam menyelamatkan sistem perbankan Indonesia merupakan hal yang benar. Pasalnya ada Rp 600 triliun dana masyarakat yang tidak terjamin, sehingga bisa ada krisis kalau tidak diselamatkan.

"SBY-JK pun bisa lengser kalau tidak diselamatkan," tandasnya.

Sementara Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengatakan masyarakat harus dan mengerti siapa yang menjadi musuh dan siapa yang menjadi kawan.

Dia menyatakan yang harus ditindak adalah orang-orang yang tidak membayar pajak secara benar. "Penunggak pajak triliunan sangat banyak, pasokan listrik ke PLN berkurang, pihak-pihak itu tidak sepantasnya jadi pahlawan di negeri ini," tegasnya. (dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads