"Ada beberapa bank yang sekarang sedang di-review . Yakni Bank Muamalat, Bank Agroniaga, dan Bank Syariah Bukopin," ujar Direktur Investasi Jamsostek Elvyn G
Masassya di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (16/12/2009).
Ia mengatakan, bank tersebut menjadi prioritas karena Jamsostek telah mempunyai saham di ketiga bank tersebut. "Di luar itu kita masih melihat kemungkinan bank-bank lain," tuturnya.
Elvyn menambahkan dana Rp 800 miliar tersebut akan dibentuk sebuah holding yakni Jamsostek Incorporated.
"Itu seperti Virtual Holding -nya Jamsostek, di dalamnya nanti akan ada Jamsostek Invesment Company kemudian banking, kesehatan, service management , health provider , dan ada reasuransi," tambah Elvyn.
Lebih lanjut, Elvyn mengatakan Jamsostek Incorporated didirikan untuk efektivitas pengelolaan Jamsostek yang bisa memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Untuk Jamsostek Invesment Company merupakan hasil kerjasama perseroan dengan anak perusahaan Asian Development Bank (ADB) yaitu Islamic Coorporate
Development (ICD). Jamsostek bakal mendapat porsi saham sebesar 51 persen di perusahaan tersebut.
Lebih lanjut Elvyn mengatakan, lembaga ini nantinya akan memiliki liabilities asset yang nantinya juga akan menerbitkan obligasi dalam kegiatan meningkatkan dana perseroan.
"Dana itulah nanti bersama equity JIC yang akan ditempatkan sebagai pembiayaan atau penyertaan di perusahaan-perusahaan," pungkasnya.
(dru/dnl)











































