Demikian dikatakan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad, ketika ditemu disela acara Anugrah Kontes Suara Konsumen Edukasi Perbankan di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu malam (16/12/2009).
"Kredit saat ini posisinya 8 persen (yoy), di akhir November. Sampai akhir tahun nanti memang perkiraan kita tidak akan banyak berubah yakni diposisi 8-9 persen," ujar Muliaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sektor yang akan berpeluang di tahun depan yakni infrastruktur, pertambangan dan pertanian," tuturnya.
Muliaman mengharapkan, tahun depan pertumbuhan kredit bisa ditopang sektor industri yang tahun ini turun drastis. Muliaman menambahkan, untuk menopang kredit tumbuh besar di tahun 2010 bank sentral akan lebih banyak memfasilitasi hubungan antara debitur dengan kreditur.
Muliaman berpendapat, lambatnya penyaluran kredit saat ini bukan berasal dari perbankan, melainkan rendahnya permintaan. "Memang tidak ada demand. Hal ini sangat terkait karena krisis global di akhir tahun lalu," jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, BI mempunyai keinginan untuk mendorong LDR (Loan To Deposit Ratio). Saat ini, BI masih menggodok beberapa langkah untuk mencapai hal tersebut.
(dru/ang)











































