"The Fed (bank sentral AS) melanjutkan model rate rendah dan mengelola fluktuasi portofolio sebagai sumber cash flow-nya," ujar Yanuar kepada detikFinance, Sabtu, (19/12/2009).
Ia menambahkan, kebijakan The Fed ini direspon Bank of England yang juga mengalokasikan dana untuk menjaga perolehan fluktuasi pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, lanjut Yanuar, Pansus Hak Angket Bank Century yang meminta Menteri Keuangan dan Wakil Presiden untuk non aktifΒ tidak mempengaruhi pasar keuangan dan pasar modal RI.
"Gejolak pasar modal dan pasar keuangan lebih mengacu kepada kebijakan bank sentral negara maju. Saya yakin bukan karena Bank Century, ini terbukti karena saya menggunakan data atas elastisitas pasar yang terus diupdate," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, polemik kasus Bank Century disinyalir telah mengganggu industri pasar keuangan dan pasar modal Indonesia. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan transaksi harian dan menilai investor cenderung wait and see belakangan ini akibat kasus bank yang sekarang bernama Mutiara tersebut.
Apalagi Pansus Hak Angket Century DPR-RI meminta Menteri Keuangan dan Wakil Presiden RI untuk segera non aktif disinyalir dapat mengganggu pasar.
(dru/ang)











































