"Terkait Menkeu kembali ke Pak Presiden. Bu Menkeu bisa nggak konsentrasi pada 2 hal sekaligus," ujar Anggota Perkumpulan Indonesia Corruption Watch (ICW) Yanuar Rizki usai acara diskusi mengenai kasus Bank Century di Wisma Antara, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (19/12/2009).
Menurutnya, Sri Mulyani aktif atau tidak, kondisi pasar sekarang akan tetap bergejolak. Pasar yang bergejolak itu, mulai dari Maret 2009 lalu. Sebabnya, The Fed, Bank Sentral AS sedang melakukan kebijakan untuk menutupi defisit fiskal sebesar US$ 4,3 triliun. Nah, karena itu pelaku pasar di AS ramai-ramai menarik dananya dari luar negeri, termasuk dari Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan rasionalisasi seperti itu, maka siapapun yang menjadi Menkeu, pasar tetap akan bergejolak. Jadi kekhawatiran pasar yang bergejolak jika Presiden akan menonaktifkan Sri Mulyani tidak beralasan.
"Kenapa dia (Presiden SBY) tidak mengangkat Wakil Menkeu kalau memang ingin menyelamatkan mukanya. Agar ada orang yang bisa fokus menghadapi tantangan perekonomian yang berat itu," ujar Yanuar.
Namun, kalau Presiden tetap bersikukuh mempertahankan Sri Mulyani, hal itu sah-sah saja asal bisa dipertanggungjawabkan kinerjanya. "Asal Bu Menkeu bisa mengatur waktu dan bertanggung jawab," tegas dia.
(nwk/ang)











































